Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Kondisi rumah milik Sunarto, 51, yang berada di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman yang dilempar bom molotov, Rabu (11/12/2019) dini hari./Harian Jogja-Hafid Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Polsek Gamping masih menyelidiki insiden pelemparan bom molotov di sebuah rumah di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Rabu (11/12/2019) dini hari.
Kapolsek Gamping Kompol Sudaryo mengatakan hasil pemeriksaan sementara belum mengarah ke pelaku. Dia mengatakan korban tidak punya musuh.
“Korban bukan siapa-siapa, hanya warga biasa, dia buruh di sebuah toko kaca, dari hasil keterangan berdasarkan BAP [berita acara pemeriksaan], korban tidak pernah punya masalah dengan orang lain, kejadiannya juga terjadi sekitar jam empat kurang dinihari, kebetulan korban sedang salat,” ujar dia.
Rabu pagi buta, bom molotov dilemparkan ke teras rumah Sunarto, 51, dan Ngadilah, 52, warga Dusun Pasekan Kidul. Api menjalar. Kemudian, warga yang masih terjaga pada pagi itu dengan sigap memadamkan api.
Menurut Kapolsek Gamping, Sunarto dan Ngadilah mengaku pintu depan rumah mereka diketuk sebelum kejadian itu. Begitu mereka ingin menuju ke depan, terdengar suara kaca pecah. Api kemudian menyambar korden dan kursi di ruang tamu.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, penyidik Polsek Gamping menemukan sebuah benda botol bersumbu. “Rumah korban milik pribadi, bukan rumah kontrakan,” kata dia.
Polisi menduga insiden itu dilakukan dia orang yang berboncengan sepeda motor matik.
Salah satu warga Dusun Pasekan Kidul, Waljono, 64, menuturkan dia mendengar suara ledakan sebelum melihat dua orang berboncengan pergi.
“Dua orang berboncengan memakai pakaian serba hitam melintas dari arah utara ke selatan,” kata dia.
Waljono mengatakan penduduk sekitar sempat mengejar pelempar bom molotov sampai ke Dusun Gejawan, Desa Balecatur, Gamping. Namun, keduanya tidak terkejar.
“Kebetulan warga di samping rumah korban masih terjaga hingga pukul 03.00 WIB, mereka juga sempat mengejar, tapi ya karena kalah cepat akhirnya pelaku lolos,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.