Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Jogja menggelar upacara wiwitan, Sabtu (14/12/2019)./Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Upacara wiwitan atau acara adat Jawa yang dilakukan menjelang panen ternyata tidak hanya ada di perdesaan. Di Kelurahan Rejowinaganun, Kecamatan Kotagede, warga dengan antusias menggelar wiwitan di sawah yang masih mereka miliki, Sabtu (14/12/2019) sore.
Dibalut cuaca mendung, puluhan warga yang telah berdandan dengan pakaian petani, lengkap dengan tabuhan rebana dan juga memedi sawah. Mereka membawa beberapa makanan tradisional seperti tumpeng, jajanan dan nasi gurih, ingkung, tahu, tempe dan lainnya.
Mereka menggelar pawai sepanjang beberapa meter sampai pada lokasi sawah. Sesampainya di lokasi, warga duduk di sekitar sawah dan mbah kaum melaksanakan ritual dengan berdoa dilanjutkan memotong sebagian padi yang sudah siap panen. Beberapa peralatan yang disediakan seperti kendil berisi air, bunga mawar, kemenyan serta kain jarik.
Setelah ritual selesai, mbah kaum mempersilakan warga menyantap bersma makanan yang menjadi uba rampe wiwitan. Warga pun makan bersama dengan lesehan di sekitar sawah, mirip seperti budaya petani yang sederhana dan bersahaja.
Kabid Adat Seni Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Mukti Wulandari, menjelaskan upacara ini merupakan salah satu upaya melestarikan adat tradisi yang berlangsung lama dari nenek moyang. "Kami berkewajiban melestarikan budaya itu. Jangan sampai berjalannya waktu era milenial lupa asal usul dan adat tradisi yang sudah ada," ujarnya, Sabtu.
Menurutnya, wiwitan mengandung filosofi luar biasa, bagaimana masyarakat memohon pada Tuhan untuk panen raya padi yang telah ditanam dan bermanfaat bagi manusia. "Perlu dikembangkan jangan sampai Kota Jogja penuh beton. Jangan sampai anak-anak kalau mau lihat padi harus pergi ke Bantul atau Sleman," katanya.
Selain itu, dalam wiwitan juga mengingatkan manusia untuk terus melestarikan alam. “Ini juga jadi bentuk ungkapan syukur. Meski ini kemarau panjang, tapi padi masih tumbuh subur yang merupakan anugerah Tuhan,” kata dia
Ketua Forum Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Kota Jogja, Susanto Dwi Antoro, berharap warga bisa lebih mempromosikan kegiatan ini karena kegiatan ini bisa menjadi agenda selain nguri-uri kabudayan tapi juga dikemas untuk pariwisata. "Kami mengapresiasi upacara tradisi lainnya seperti tedak siten, teresan, mendem ari-ari dan lainnya yang hari ini wajib dikenalkan pada anak cucu, sehingga ke depan adat tradisi masih bisa ngrembaka [terus berkembang] dan wajib dipertahankan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 15 September 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur, mulai 05.05 hingga 22.35 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia ke 5 tujuan dengan tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 hingga September.