Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
GKR Hayu./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA--Putri Sri Sultan HB X sekaligus Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Jogja GKR Hayu berkomentar ihwal kejadian rusaknya koleksi museum kraton berupa meja Sri Sultan HB VIII akibat ulah wisatawan yang hendak berswafoto atau selfie.
Melalui akun Twitter resmi @GKRHayu yang sudah terverifkasi, GKR Hayu meminta netizen tak mencari-cari kesalahan wisatawan asal Bandung, Jawa Barat tersebut. @GKRHayu mencuit:
Hai para netijen dan media, tlg jangan witch hunting [mencari-cari kesalahan] ataupun bikin headline yg berlebihan.
Yg bersangkutan sudah mengakui salah.
Netijen dan media mohon bisa membantu awareness tata cara mengunjungi museum.
Hai para netijen dan media, tlg jangan witch hunting ataupun bikin headline yg berlebihan
— GKR Hayu (@GKRHayu) December 16, 2019
Yg bersangkutan sudah mengakui salah
Netijen dan media mohon bisa membantu awareness tata cara mengunjungi museum https://t.co/9b02NfAupn
Menurutnya membully atau merundung pelaku juga tidak baik.
Aku nggak mau statement orangnya kayak apa.
Digital bullying mostly ndak bermanpaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.