Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Sejumlah warga membantu mendorong mobil yang mogok karena tak kuat menanjak di jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (29/12/2018)/Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, BANTUL--Sejak Selasa (24/12/2019) hingga Rabu (25/12/2019) arus lalu lintas di Jalur Wonolelo-Terong, Kabupaten Bantul terpantau masih aman dan lancar.
Kapolsek Pleret AKP Riwanto meski lancar namun dia menilai volume kendaraan sudah mulai meningkat sejak Selasa sore. Kendaraan yang melintasi jalur yang termasuk sebagai jalur tengkorak di Bantul itu didominasi kendaraan berpelat nomor luar Bantul.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalur yang biasa disebut dengan Jalur Cinomati itu memang menjadi salah satu jalur yang sangat diwaspadai. Banyaknya kelokan dan tanjakan yang curam akan sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan, terutama yang belum pernah melintas di jalur tersebut. "Bahkan ada sejumlah kendaraan yang tidak kuat menanjak," kata Kapolsek, Rabu.
Dia mencatat sepanjang Rabu, lebih dari lima kendaraan yang tidak kuat menanjak dan terpaksa harus dibantu petugas, di antaranya dengan mendorong, mengganjal, dan beberapa harus berganti sopir dengan sopir sampai jalur aman.
“Rata-rata kendaraan tidak kuat menanjak itu baru pertama lewat jalur Cinomati. Kami sudah siapkan sopir cadangan,” ujar Riwanto.
Selain kepolisian yang terlibat dalam pengamanan jalur Wonolelo-Terong tersebut adalah TNI, Search and Rescue (SAR), Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan sejumlah sukarelawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.