Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO-Keterbatasan anggaran membuat rencana pelebaran jalur wisata Plono-Nglinggo, Kecamatan Samigaluh belum terealisasi. Pemkab Kulonprogo berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa ikut membantu.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan total kebutuhan dana untuk pelebaran jalur tersebut mencapai Rp36,8 miliar. Terdiri dari pembebasan tanah sebesar Rp12 miliar dan pembangunan fisik Rp24,8 miliar.
Besarnya anggaran mengingat jalan sepanjang 3,2 km itu perlu dilebarkan dari yang sekarang 7 meter jadi 14 meter. Pelebaran diperlukan demi memudahkan akses wisatawan menuju obyek wisata seperti Kebun Teh Nglinggo dan Glamping De Loano.
"Saat ini, kondisi jalan menuju kawasan tersebut belum bisa dilewati oleh bus, hanya bisa dilewati roda dua, roda empat dan bus kecil," katanya, Kamis (26/12/2019).
Sutedjo mengaku telah mengajukan permohonan pendanaan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Diharapkan permohonan tersebut dapat dikabulkan sehingga pelebaran bisa dilakukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan terbatasnya anggaran daerah menyebabkan pembangunan jalan wisata tak hanya Plono-Nglinggo, tapi juga obyek wisata lain di kawasan perbukitan Kulonprogo terhambat.
Hal ini sangat ia sayangkan, mengingat obyek wisata di perbukitan berkembang pesat, tapi di sisi lain belum didukung akses jalan yang memadai. Sementara anggaran daerah banyak terkuras untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan-jalan lain. "Oleh karena itu kami berharap pemerintah pusat, dan provinsi bisa membantu percepatan pembangunan jalur wisata di Kulonprogo," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.