Digelontor Rp35 Miliar, Pembangunan Jalur Wisata ke Pantai Ngobaran Selesai Tahun Depan

Sejumlah alat berat dikerahkan dalam proyek pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran di wilayah Kecamatan Saptosari, belum lama ini. Pembangunan jalan ini diharapkan rampung 2020. - Harian Jogja/David Kurniawan
12 Desember 2019 19:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menargetkan pembangunan jalan wisata dari Kepek, Saptosari, menuju Pantai Ngobaran di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, selesai di 2020. Guna merealisasikan target ini dialokasikan anggaran Rp35 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga sekarang pembangunan masih berlangsung karena target penyelesaian di tahun depan. “Untuk tahun ini dialokasikan Rp7 miliar untuk menggarap jalan sepanjang 1,2 kilometer,” kata Eddy, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, untuk jalur Kepek-Ngobaran masih ada ruas sepanjang 3,5 kilometer yang belum dibangun. Untuk menyelesaikan jalur ini Pemkab sudah menyiapkan anggaran Rp35 miliar. “Tahun depan jalur Kepek-Ngobaran selesai dibangun,” katanya.

Eddy menjelaskan anggaran Rp35 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik sebesar Rp23 miliar, dan sisanya Rp12 miliar diambilkan dari dana alokasi umum (DAU) yang disalurkan dalam program keuangan APBD. “Pembangunan ini [jalur Kepek-Ngobaran] untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata di wilayah Saptosari,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana. Menurut dia, lanjutan pembangunan jalur Kepek-Ngobaran sempat terhambat karena anggaran yang dimiliki tidak mencukupi sehingga terancam tidak dilanjutkan di tahun depan.

Hal ini terjadi karena anggaran DAK yang turun tidak sesuai harapan. Awalnya Pemkab berharap bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp35 miliar. Namun permohonan yang diajukan hanya disetujui Rp23 miliar. “Jujur kalau hanya Rp23 miliar tidak cukup untuk menyelesaikan jalur Kepek-Ngobaran,” kata Wadiyana.

Menurut dia, kelanjutan pembangunan ini mulai ada titik temu setelah ada koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu untuk membahas anggaran DAK. “Akhirnya ada jalan keluar dan lanjutan pembangunan menggunakan sharring anggaran antara DAK dan APBD kabupaten,” katanya.

Jalur Kepek-Ngobaran dibangun karena jalan yang ada saat ini tidak representatif yakni sangat sempit sehingga bus pariwisata tak bisa masuk. Untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan, butuh jalan baru. “Dasar jalan strategis untuk pariwisata ini yang kami jadikan dasar agar DAK Rp23 miliar bisa digunakan untuk membangun jalur Kepek-Ngobaran,” katanya.