Lowongan Pekerjaan: Gunungkidul Ajukan 370 Formasi Pegawai, Ini Rinciannya
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Rencana pembangunan fasilitas ini sebagai upaya mengoptimalkan penanganan sampah di Bumi Handayani.
BACA JUGA: Pembentukan TPST di Gunungkidul Masih Tunggu Restu Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, usia TPAS Wukirsari sudah memasuki tahap akhir. Hal ini dikarenakan tumpukan sampah sudah menggunung dan segera mencapai batas maksimal penimbunan.
Oleh karena itu, sebelum terjadi overload, maka dilakukan perubahan skema dalam pengolahan. Rencannya membangun TPST di kawasan tersebut.
Tindak lanjut dari wacana ini, kata Hary, pihaknya sedang menyusun dokumen readiness criteria (RC). Dokumen ini terdiri dari masterplan, detail engineering design serta terkait dengan masalah lingkungan seperti UKP-UPL dan lainnya.
“Ini menjadi persyaratan untuk pembangunan TPST Baleharjo, seperti yang diminta oleh Kementerian sehingga harus dipenuhi,” kata Hary, Senin (18/8/2025).
Menurut dia, dokumen RC saling berkaitan dan sudah dibentuk tim untuk mengurusi hal ini. Adapun untuk pembangunan TPST, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Pusat.
“Kalau dari proposal yang diajukan untuk pembangunan mencapai Rp70 miliar. Pengolahan sampah model TPST sudah diterapkan di Kabupaten Bantul maupun Sleman,” katanya.
Meski demikian, Hary mengakui untuk pembuatan TPST juga sangat bergantung dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat. “Kalau mengandalkan APBD, anggarannya masih terbatas sehingga kami coba meminta bantuan ke Pemerintah Pusat,” katanya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, masalah sampah harus ditangani bersama sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di Bumi Sembada. Ia mengingatkan agar setiap destinasi wisata, toko, warung, dan perusahaan di sepanjang jalan utama untuk menyediakan tempat sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Penyediaan fasilitas ini dengan tujuan agar sampah yang dihasilkan selama aktivitas lebaran dapat terkeloa dengan baik,” katanya.
ia mengajak seluruh elemen Masyarakat dan pegawai di lingkup Organisasi Perangkat Daerah untuk ikut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tujuan menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko terjadinya banjir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan Garuda GA-981. Sebanyak 382 jamaah umrah dari Jeddah dialihkan mendarat ke Aceh.
Puluhan politisi dan aktivis demokrasi Asia mengunjungi Kantor DPD PDI Perjuangan DIY dalam rangkaian Konferensi CALD di Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menginstruksikan PJJ bagi sekolah terdampak parah erupsi Anak Krakatau. Pemda menentukan durasi belajar dari rumah.
Cara cek status penerima KJP Plus secara online menggunakan NIK melalui KJP Portal DKI Jakarta. Simak langkah dan informasi lengkapnya.