Antisipasi Banjir, DPUPKP Sleman Tangani 65 Titik Saluran Irigasi
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja mengelola sampah dengan menggunakan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Lurah Kelurahan Gedongkiwo, Sunu Sari Husada mengajak warga Gedongkiwo untuk mengolah sampah secara mandiri dengan menggunakan program tersebut. Dia menilai pengolahan sampah mulai dari sumbernya dinilai mampu menangani sampah di wilayah tersebut.
“Program Mas Jos menjadi komitmen untuk memperkuat kesadaran warga dalam mengurangi sampah dan mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya, Rabu (13/8/2028).
BACA JUGA: Garuda Prabayeksa Antar Duplikat Merah Putih dan Teks Proklamasi ke Monas
Ada lima program untuk mengolah sampah yang dilakukan melalui program Mas Jos. Langkah-langkah tersebut antara lain pilah sampah sesuai jenisnya. Dalam langkah tersebut, warga Gedongkiwo dihimbau untuk memilah sampah organik dan anorganik.
Langkah selanjutnya, warga diimbau untuk menyalurkan sampah anorganik melalui bank sampah. “Saat ini di Kelurahan Gedongkiwo telah memiliki 18 bank sampah yang aktif mengolah sampah di setiap RW,” ujarnya.
Dia menilai pengolahan sampah melalui bank sampah menjadi pilar utama untuk mengurangi volume sampah warga dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Melalui bank sampah tersebut, edukasi terkait pengolahan sampah pun diberikan kepada warga Gedongkiwo.
Langkah selanjutnya, warga mengolah sampah organik melalui berbagai metode pengolahan sampah. Saat ini menurutnya warga Gedongkiwo telah mengolah sampah organik menggunakan beberapa metode antara lain biopori paralon, biopori jumbo, komposter tanam, dan ember tumpuk.
Warga juga diharapkan menghabiskan makanan sehingga tidak menimbulkan sampah sisa makanan. Warga juga diminta menggunakan wadah secara berulang untuk mengurangi sampah anorganik.
“Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan lima langkah Mas Jos, diharapkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.
Banyak lembaga antikorupsi belum menjamin pemberantasan korupsi efektif. Mantan penasihat KPK Suwarsono Muhammad mengungkap perlunya strategi khas Indonesia.
Kemenag menetapkan 52.325 guru sebagai peserta PPG Daljab 2026. Lapor diri dan unggah dokumen dijadwalkan 9–12 November.
Harianjogja.com, SLEMAN—PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman berkomitmen memperkuat profesionalisme, inovasi, dan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat