Vietnam Siap Hadapi Tekanan Suporter Indonesia di Pakansari
Vietnam mengaku siap menghadapi tekanan suporter Indonesia saat kedua tim bertemu pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
Pohon bunga di Masjid Gede Kauman dikira pohon Natal. /Ist- Twitter @GKRHayu
Harianjogja.com, JOGJA- Penghageng Tepas Tandhayekti Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu dibikin kesal dengan beredarnya foto rangkaian mungil dedaunan serta bunga yang disebut sebagai pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman.
Dengan menyertakan tangkapan layar chat WhatsApp, putri keempat Raja Kesultanan Yogyakarta Sri Sultan HB X ini membeberkan tersebarnya isu tersebut melalui akun resmi Twitter @GKRHayu.
Pada foto yang dikirim di WhatsApp itu tampak empat rangkaian tanaman yang dipermasalahkan diletakkan di empat sudut.
Si pengirim menambahkan keterangan, "Sekadar mau tabayun. Kok pagi ini beredar foto di Masjid Gedhe ada pohon Natal."
Salah satu fungsi online presence @kratonjogja adl mencegah kekosongan informasi diisi oleh misinformasi, apalagi disinformasi
— GKR Hayu (@GKRHayu) December 27, 2019
Itu pohon2 tiap tahun dibuat dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj yes
Silakan ini link lengkapnya https://t.co/WsxdncWtNu pic.twitter.com/su2DTBsX6g
Dalam cuitannya pada Jumat (27/12/2019), GKR Hayu memberikan respons soal prasangka warga terhadap keempat rangkaian tanaman itu. Ia menyebutkan bahwa tanaman itu dibuat setiap peringatan Isra Mikraj. Dengan kata lain, tanaman itu bukanlah pohon Natal.
Pada twit tersebut, GKR Hayu itu juga membagikan tautan situs web resmi kratonjogja.id yang berisi penjelasan soal rangkaian tanaman yang disebut sebagai Pohon Bunga itu.
Dijelaskan situs web tersebut, rangkaian yang menggambarkan taman surga itu dibuat dari dedaunan dan berbagai macam bunga yang dirangkai pada kerangka bambu.
"Salah satu fungsi online presence @kratonjogja adalah mencegah kekosongan informasi diisi oleh misinformasi, apalagi disinformasi. Itu pohon-pohon tiap tahun dibuat dalam rangka peringatan Israk Mikraj yes. Silakan ini link lengkapnya," tulis GKR Hayu.
Ia menambahkan di cuitan selanjutnya, prasangka serupa pernah dituduhkan warganet pada gunungan Sekaten. Susunan buah-buahan hingga sayur-sayuran yang biasanya diperebutkan masyarakat itu dikira pohon Natal oleh warganet.
"Bahwa sejatinya jadi mimin medsos itu melatih kesabaran...." tulis GKR Hayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vietnam mengaku siap menghadapi tekanan suporter Indonesia saat kedua tim bertemu pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.