Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Bencana banjir bukan tidka mungkin melanda Jogja saat cuaca ekstrem seperti sekarang.
Pakar Teknik Sumber Daya Air Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Budi Santoso menyatakan, warga yang tinggal di sekitar air muka sungai atau bantaran di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mulai perlu mempersiapkan diri untuk mengungsi.
Keterangan itu ia sampaikan kala ditanya mengenai potensi banjir dan meluapnya aliran sungai akibat lahar dingin, di musim penghujan yang sekarang berlangsung.
Budi menjelaskan, beberapa rumah penduduk sangat dekat dengan muka air banjir, yang sebetulnya tidak boleh ditinggali. Namun, banyak dari mereka yang menolak peringatan untuk tak tinggal di sana kendati pemerintah sudah menyiapkan rumah susun bagi warga pinggir sungai.
"Namun, tetap saja mereka tidak pindah. Oleh karena itu mereka harus dipersiapkan [untuk mengungsi]," ungkapnya, kala dihubungi wartawan, Kamis (2/1/2020).
Budi mengungkapkan, saat ini di beberapa ruas, antara rumah dan tanggul sungai hanya dipisahkan jalan dengan lebar 3 meter. Yang terpenting lagi, beberapa pemukiman berada pada ketinggian yang tidak jauh dari elevasi banjir.
"Paling tidak harus mengungsi dari kawasan yang biasanya terdampak banjir," kata dia.
Di musim penghujan kali ini, Budi menuturkan, hujan dalam waktu lama tidak menjadi masalah, asalkan intensitasnya tidak tinggi.
"Yang berat itu nanti yang intensitasnya tinggi," imbuh dia.
Yogyakarta sendiri sudah memiliki pengalaman banjir di sejumlah sungai, kala terjadi hujan berintensitas tinggi. Potensi yang sama juga berlaku untuk intensitas lahar dingin di kawasan Merapi.
"Saya kira, penduduk Yogyakarta sudah paham sungai apa saja yang biasanya membawa lahar dingin. Sungai Opak, Sungai Code adalah sungai yang bagian hulunya berada di daerah deposit lahar dingin," kata dia.
Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Staklim BMKG) Mlati, Sleman, Yogyakarta Reni Kraningtyas juga meminta masyarakat Yogyakarta untuk mewaspadai potensi genangan, banjir, maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
"Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon atau baliho tumbang. Agar tidak menyalakan alat elektronik berlebihan bila sedang terjadi hujan disertai kilat/petir," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.