30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Salah satu rumah di Bantul yang tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang, Senin (18/11/2019)./Istimewa-BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Hujan deras disertai angin dan petir yang terjadi di Bantul sejak Jumat (3/1/2020) sore hingga Sabtu (4/1/2020) pagi ini menyebabkan puluhan pohon tumbang. Beberapa pohon tumbang di antaranya menimpa rumah.
Berdasarkan dana Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul tercatat sebanyak 49 pohon tumbang yang tersebar di 13 kecamatan. Pohon tumbang tersebut menimpa 20 rumah, dua tempat usaha, satu tempat ibadah. Selain itu pohon tumbang juga sempat menutup 13 akses jalan dan 10 jaringan listrik.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan rumah-rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Kerusakannya antara lain atap dan teras. "Sudah diatasi oleh tim di lapangan. Ini pendataan masih berlangsung karena cuaca hujan masih terjadi," kata Dwi.
Tim yang terlibat adalah BPBD Bantul, Tim Reaksi Cepat Dinas Sosial, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), TNI-Polri, Tim Search and Rescue (SAR), relawan, dan masyarakat.
Ia menyatakan BPBD Bantul sudah menetapkan siaga bencana sejak beberapa waktu lalu untuk memgantisipasi potensi bencana yang timbul akibat musim penghujan. Terlebih sudah ada imbauan adanya ciaca ekstrem yang akan terjadi selama sepekan ke depan. Pihaknya meminta masyarakat untuk waspada, terutama wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor dan luapan air sungai di sepanjang bantara sungai.
"Kami imbau surat atau barang-barang berharga untuk ditempatkan di tempat aman dan jauh dari jangkauan banjir sebagai antisipasi jika terjadi banjir sewaktu-waktu," kata Dwi.
Pihaknya juga terus memantau debit aliran sejumlah sungai yang mengalir ke Bantul. "Kami juga koordinasi dengan wilayah Sleman, Kota Jogja dan Gunungkidul dalam mantu debit air sungai," ujar Dwi.
Selain itu sebanyak 21 posko banjir dan longsor juga sudah disiagakan dan diminta terus memantau informasi pergerakan tanah dan kenaikan debit air. Upaya itu dilakukan untuk meminimalisir terjadi korban jika terjadi bencana.
Kasi Operasional SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto mengatakan Sabtu pagi ini wilayah Imogiri siaga untuk mengantisipasi luapan Sungai Oyo dan Celeng.
"Karena ada informasi hujan di sekitar Merapi Sleman dan di Gedangsari Gunungkidul hujan deras. Jadi kemungkinan bisa terjadi luapan air," kata Bondan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.