Viral Pengemis Bawa Anak di Ketandan Bantul, Satpol PP Turun
Satpol PP telusuri dugaan pengemis bawa anak di Ringroad Ketandan Bantul, pengawasan diperketat demi perlindungan anak.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam empat hari terakhir, para nelayan di kawasan pesisir selatan terpaksa tidak melaut akibat angin kencang serta hujan yang turun pada pagi hari.
Salah satu nelayan setempat, Warsiman, mengungkapkan bahwa sejak hari Minggu lalu ia sudah berhenti melaut. Keadaan ini semakin sulit karena saat ini juga memasuki masa paceklik ikan.
"Anginnya kencang, lalu saat ini tangkapan ikan lagi sulit, paceklik ikan. Mau berbubu benur juga tidak sebanding sama risikonya. Itu ratusan kapal cuma diparkir," katanya, Kamis (31/7/2025).
Ia menambahkan bahwa sebagian nelayan lainnya memilih pulang kampung karena situasi ini.
"Ada beberapa nelayan juga yang pulang kampung, sebagain nelayan di Pantai Depok sini dari Kebumen atau Cilacap," katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho, yang bertugas di area Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo, menjelaskan bahwa gelombang pasang memang sempat muncul pekan lalu, meski saat ini sudah mulai stabil.
Meski demikian, hembusan angin yang cukup kencang tetap menjadi kendala bagi para nelayan untuk bekerja di laut.
"Gelombang di tengah laut juga pecah akibat terjangan angin kencang sehingga cukup berbahaya bagi nelayan sebab air pecahan gelombang bisa memenuhi kapal dan bisa menyebabkan kapal karam," terangnya.
Nugroho menambahkan, ratusan nelayan di bawah wilayah kerjanya sudah jarang melaut selama sebulan belakangan ini karena cuaca yang sulit diprediksi dan hasil tangkapan yang minim.
"Bulan Juni, Juli dan Agustus merupakan musim paceklik ikan bersamaan dengan datangnya musim timuran yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang pasang," jelasnya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Nugroho juga mengingatkan wisatawan agar tidak berenang atau bermain air di laut, sebab gelombang pasang bisa datang secara tiba-tiba dan membahayakan wisatawan.
"Selain itu ubur-ubur beracun juga masih sering muncul di pantai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP telusuri dugaan pengemis bawa anak di Ringroad Ketandan Bantul, pengawasan diperketat demi perlindungan anak.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.