Kekeringan Meluas, BPBD Bantul Salurkan 436.500 Liter Air Bersih
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam empat hari terakhir, para nelayan di kawasan pesisir selatan terpaksa tidak melaut akibat angin kencang serta hujan yang turun pada pagi hari.
Salah satu nelayan setempat, Warsiman, mengungkapkan bahwa sejak hari Minggu lalu ia sudah berhenti melaut. Keadaan ini semakin sulit karena saat ini juga memasuki masa paceklik ikan.
"Anginnya kencang, lalu saat ini tangkapan ikan lagi sulit, paceklik ikan. Mau berbubu benur juga tidak sebanding sama risikonya. Itu ratusan kapal cuma diparkir," katanya, Kamis (31/7/2025).
Ia menambahkan bahwa sebagian nelayan lainnya memilih pulang kampung karena situasi ini.
"Ada beberapa nelayan juga yang pulang kampung, sebagain nelayan di Pantai Depok sini dari Kebumen atau Cilacap," katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho, yang bertugas di area Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo, menjelaskan bahwa gelombang pasang memang sempat muncul pekan lalu, meski saat ini sudah mulai stabil.
Meski demikian, hembusan angin yang cukup kencang tetap menjadi kendala bagi para nelayan untuk bekerja di laut.
"Gelombang di tengah laut juga pecah akibat terjangan angin kencang sehingga cukup berbahaya bagi nelayan sebab air pecahan gelombang bisa memenuhi kapal dan bisa menyebabkan kapal karam," terangnya.
Nugroho menambahkan, ratusan nelayan di bawah wilayah kerjanya sudah jarang melaut selama sebulan belakangan ini karena cuaca yang sulit diprediksi dan hasil tangkapan yang minim.
"Bulan Juni, Juli dan Agustus merupakan musim paceklik ikan bersamaan dengan datangnya musim timuran yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang pasang," jelasnya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Nugroho juga mengingatkan wisatawan agar tidak berenang atau bermain air di laut, sebab gelombang pasang bisa datang secara tiba-tiba dan membahayakan wisatawan.
"Selain itu ubur-ubur beracun juga masih sering muncul di pantai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.