Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi bersih-bersih sungai./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 40 petugas disiapkan untuk membersihkan sampah di sejumlah sungai yang ada di Jogja. Petugas pembersih sungai itu dibekali dengan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah yang ditemukan di sepanjang sungai.
Kepala DLH Kota Jogja, Suyana mengatakan Januari hingga Februari diprediksi menjadi puncak musim hujan. Itulah sebabnya, mengantisipasi potensi dampak naiknya debit air sungai dinasnya telah menyiapkan sejumlah kegiatan, salah satunya adalah pembersihan sungai.
Dia menjelaskan sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik, batang rokok hingga batang pohon. Bahkan petugas juga menemukan kasur bekas yang dibuang ke sungai. "Contohnya sungai di Jembatan Tungkak, Kecamatan Mergangsan. Kasur masuk sungai masih ada di sana. Kalau ikut hanyut, bisa jebol pintu airnya," ujar dia, Selasa (7/1/2020).
Tak hanya itu, dinasnya juga mengantisipasi genangan air dengan membangun fasilitas Sumur Peresapan Air Hujan (SPAH) yang menyasar ke beberapa sekolah dan kantor pemerintahan. "Semua bangunan dengan tutupan minimal 60 meter persegi dalam IMB sudah disyaratkan harus ada SPAH," katanya.
Secara keseluruhan, imbuh dia, Terkait masalah sampah, pihaknya mencatat selama 2019 ada 220 laporan masuk pada aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Kebanyakan aduan adalah terkait dengan sampah, limbah, dan kotoran binatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi, mengatakan masyarakat harus turut menjaga kondisi lingkungan untuk mengurangi potensi bencana selama musim hujan seperti banjit dan longsor. "Kelola sampah, jangan buang sembarangan, pangkas pohon yang terlalu rimbun dan tua," katanya.
Dia menjelaskan daerah rawan bencana selama musim hujan adalah semua bantaran sungai, khusunya yang berada di kelokan. Meski volume air telah meningkat, karena kedalaman sungai di Kota Jogja cukup dalam, sejauh ini belum terjadi luapan sampai permukiman.
Banjir di Jogja, kata dia, aca terjadi lantaran ada sampah di ujung selatan sehingga air balik ke utara, sementara di utara debit naik. "Makanya kalau buang sampah jangan sembarangan. Kalau melihat sampah di sungai, dikelola dengan baik, dibuang ke TPS," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Koalisi buruh menyoroti draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terkait upah, pekerja kontrak, outsourcing, dan pemagangan.
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.
Elon Musk investasi US$1 miliar di bisnis turbin gas saat xAI menghadapi gugatan polusi terkait penggunaan turbin untuk data center AI.
Persib menang 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027 lewat gol cepat Julio Cesar.