Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Seorang petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Sarbini, memupuk tanaman jagung di ladang miliknya, Minggu (15/12/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengklaim serangan ulat grayak terhadap tanaman jagung bisa dikendalikan. Meski demikian, untuk kesuburan tanaman para petani diminta untuk terus memantau dan merawat tanaman secara rutin.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan saat awal musim tanam jagung beberapa waktu lalu sempat muncul ancaman ulat grayak. Hal ini terlihat dari laporan dari petugas pengendali hama yang menyebutkan di beberapa kecamatan ada serangan ulat grayak. “Saat itu serangan ditemukan di Kecamatan Patuk dan Semin. Untuk luasan hampir mencapai dua hektare,” kata Raharjo kepada Harian Jogja, Rabu (7/1/2020).
Meski demikian, potensi ancaman bisa ditekan sehingga dampak dari serangan tidak meluas. Menurut dia, keberhasilan penanggulangan tidak lepas dari upaya pemberantasan yang dilakukan oleh petugas di lapangan bersama-sama dengan para petani. “Harus segera diatasi sehingga tanaman jagung tidak terganggu,” katanya.
Raharjo menuturkan untuk saat ini potensi serangan mengecil seiring dengan tumbuhnya tanaman jagung. Selain itu, dari laporan belum ada lagi tambahan dampak luasan lahan yang diserang ulat grayak. “Kami terus memantau agar hama tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung,” katanya.
Meski relatif lebih aman, ia meminta kepada petani untuk tetap mewaspadai potensi serangan. Karena itu, pemupukan harus dilakukan secara rutin sehingga tidak ada ledakan populasi ulat grayak yang bisa memakan daun tanaman jagung.
Disinggung mengenai target produksi, Raharjo mengakui jajarannya ingin mengulang capaian di 2019. Tahun lalu produksi jagung pipil mencapai 230.000 ton. “Produksi di Gunungkidul surplus dan kami ingin mengulanginya lagi. Mudah-mudahan panen tahun ini baik sehingga target dapat terpenuhi,” katanya.
Salah seorang petani di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Giyarti, mengatakan dirinya sudah berupaya menanggulangi serangan ulat grayak. Menurut dia, saat ini pertumbuhan tanaman jagung sangat baik, tetapi dari sisi ancaman ulat grayak masih ada. “Serangan tidak banyak, tapi tetap harus diantisipasi dengan pemupukan secara rutin sehingga jagung tetap dapat tumbuh subur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.