Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya tujuh siswi SMP di Kecamatan Gedangsari menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pembina Pramuka berinisial ED. Hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul.
Kabar pencabulan yang dilakukan ED sempat viral karena beredar video interograsi warga terhadap pelaku pada Kamis (9/1/2020) malam. Guna menghindari aksi massa, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Gedangsari.
Kepala sekolah tempat ED melatih Pramuka, Sugito, membenarkan adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oleh salah satu pembina Pramuka. “ED sudah melatih Pramuka sejak tiga tahun lalu,” katanya kepada wartawan, Jumat (10/1/2020).
Menurut dia, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan ED sudah mencuat sejak Rabu (8/1/2020), namun saat itu yang bersangkutan tidak berada di sekolah. Akhirnya pada Kamis ED dipertemukan dengan sejumlah orang tua siswa yang menjadi korban. “ED mengakui menciumi sejumlah siswi dengan dalih sebagai adik. Sejumlah orang tua tak terima dengan pengakuan ED. Untuk menenangkan suasana, ED dibawa ke Polsek Gedangsari,” katanya.
Kapolsek Gedangasari, AKP Solechan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan pencabulan itu. Hasil pemeriksaan awal diketahui ada tujuh siswi yang menjadi korban. “Modusnya dengan cara dibujuk sehingga beberapa siswa dicium dan lainnya,” kata Solechan.
Menurut dia, peristiwa pencabulan tidak hanya dilakukan di sekolah. Tetapi juga terjadi saat acara perkemahan di wilayah Sleman. “Rentang waktu peristiwa terjadi antara Agustus hingga Desember 2019,” tutur mantan Kanit Laka Satlantas Polres Gunungkidul ini.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya langsung menindaklanjuti dugaan pencabulan terhadap siswa di SMP Gedangsari. Ia mengaku sudah mendatangi sekolah untuk mencari kebenaran terkait dengan peristiwa tersebut. “Jangan sampai kasus yang sama terulang lagi sehingga setiap kegiatan harus diawasi dengan benar,” katanya.
Bahron mengaku bertemu dengan empat siswi yang menjadi korban pelecehan seksual. Hasil dari petemuan kondisi siswi sudah membaik meski sempat ada trauma karena kasus pelecehan tersebut. “Kami akan berikan pendampingan. Saya harap kepada anak-anak tetap belajar dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
27 Juli, peringati Kudatuli, Hari Sungai Nasional, dan Hari Orang Tua. Pelajari sejarah dan makna di balik tanggal penting ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah berawan hingga Selasa pagi. Suhu mencapai 32 derajat Celsius dengan potensi angin kencang di selatan.