CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Simulasi bencana alam. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–BPBD Gunungkidul tak memiliki anggaran besar untuk penanggulangan bencana. Adapun upaya penanganan saat terjadi bencana besar banyak bergantung dengan anggaran belanja tak terduga milik Pemkab.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan untuk penanganan bencana jajarannya hanya memiliki anggaran stimulan. Untuk tahun ini Pemkab mengalokasikan Rp40 juta. “Hanya bersifat stimulan dan tidak bisa digunakan secara penuh karena keterbatasan anggaran yang dimiliki,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/1/2019).
Menurut dia, anggaran stimulan yang dimiliki di tahun ini lebih kecil ketimbang alokasi di 2019 yang mencapai Rp230 juta. Meski demikian, untuk penanganan BPBD masih memiliki anggaran untuk logistik sebesar Rp75 juta dan dana sewa alat berat Rp75 juta.
Disinggung mengenai adanya potensi bencana besar, Edy mengakui untuk penanganan tidak bisa mengandalkan anggaran yang dimiliki BPBD. Solusi mengatasi keterbatasan anggaran disiasati dengan mengakses belanja tidak terduga milik Pemkab. Meski demikian, untuk mengakses belanja tak terduga harus ada penetapan status tanggap darurat dari Bupati. “Dana ini bisa diakses karena memang peruntukannya salah satunya untuk penanggulangan bencana. Untuk rincian besaran belanja tak terduga yang tahu Badan Keuangan dan Aset Daerah [BKAD],” katanya.
Kepala BKAD Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan untuk belanja tak terduga tahun ini Pemkab mengalokasikan Rp4 miliar. Menurut dia, dana ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendesak, salah satunya penanganan masalah kebencanaan. “Kalau ada bencana dana ini bisa digunakan,” katanya.
Meski demikian, untuk pemanfaatan dana ini harus ada koordinasi dengan BPBD dengan detail anggaran penanganan bencana yang dibutuhkan. Kepastian tersebut diperlukan untuk disesuaikan dengan pagu anggaran yang dimiliki. “Pendataan harus mengacu pada kondisi riil di lapangan karena nantinya menjadi salah satu pertimbangan untuk mengeluarkan anggaran belanja tak terduga,” katanya.
Meski bersifat tak terduga, penggunaan anggaran juga harus bisa dipertangungjawaban secara pasti. “Tidak bisa sembarangan karena harus dipertangungjawabkan penggunaannya,” kata Saptoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Klasemen Asian Games 2026 menempatkan Indonesia di posisi 15 dengan tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.