ESDM Waspadai Antrean BBM di Jatim, Malang hingga Blitar
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berupaya mengubur bangkai sapi milik Sunaryo yang mati mendadak di Dusun Kulwo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Selasa (27/8/2019)./Istimewa/Dokumen DPP Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dugaan munculnya kasus antraks yang terjadi di Gunugkidul perlu diwaspadai masyarakat.
Penyakit antraks seketika diwaspadai di daerah Gunungkidul, DIY, setelah 12 orang yang diduga terpapar penyakit infeksi tersebut dilarikan ke RSUD Wonosari.
Bahkan salah satu di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia pada akhir Desember 2019 lalu, yang diduga disebabkan oleh antraks.
Namun, hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul belum dapat memastikannya lantaran hasil penelusuran melalui sampel darah dan serum yang dikirim ke BBVET Wates dan Bogor belum diketahui.
Sebagai bentuk penanganan pertama, Dinkes Gunungkidul telah memberikan antibiotik pada 540 warga yang berisiko terpapar.
"Semua yang berisiko terpapar antraks, kami berikan antibiotik," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati di Gunungkidul, Jumat (10/1/2020), dikutip dari Antara.
Penyakit infeksi antraks yang disebabkan oleh spora bakteri Bacillus anthracis ini tergolong sebagai penyakit serius. Namun, pemberian antibiotik dapat menyembuhkannya jika penyakit terdeteksi lebih awal.
Dari ketiga jenis antraks, yaitu kulit, inhalasi, dan saluran pencernaan, antraks inhalasi dianggap paling berbahaya dan dapat berakibat kematian.
Seseorang dapat terinfeksi setelah menghirup spora antraks, yang berasal dari hewan terinfeksi atau produk hewan terkontaminasi.
Antraks inhalasi dimulai dari kelenjar getah bening di dada, sebelum menyebar ke seluruh tubuh, dan pada akhirnya menyebabkan masalah pernapasan yang parah.
Infeksi antraks inhalasi biasanya berkembang dalam satu minggu setelah paparan, tetapi juga bisa memakan waktu dua bulan.
Tanpa pengobatan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan, hanya sekitar 10 persen hingga 15 persen pasien yang berhasil bertahan hidup. Sedangkan dengan perawatan, ada sekitar 55 persen pasien yang dapat bertahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri. Pieter Huistra menyoroti kesalahan pertahanan, keputusan wasit, dan perkembangan permainan tim.