Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Gununkidul menangkap lima pelaku yang diduga sebagai pengedar pil koplo. Hingga saat ini, kelima pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres. Pelaku yang ditangkap masing-masing JA, 25; HA, 17; AB, 19; DP, 26 dan AK,17. Kelimanya merupakan warga asal Kecamatan Wonosari.
Kasatreskoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, mengatakan kelima pemuda ini ditangkap Sabtu (11/1/2020) malam. Menurut dia, latar belakang penangkapan bermula dari kegiatan patroli untuk mencegah aksi klithih di wilayah Gunungkidul. Saat patroli, petugas mendapatkan informasi adanya peredaran pil koplo di masyarakat. Informasi ini ditindaklanjut dengan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke para pelaku. “Awalnya kami hanya menangkap satu orang, tapi setelah dikembangkan pelaku bertambah menjadi lima orang,” kata Tri Wibowo kepada wartawan, Senin (13/1/2020).
Menurut dia, kelima pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Gunungkidul. “Masih kami kembangkan karena pengedaran kemungkinan melibatkan pelaku dari daerah lain,” katanya.
Selain kelima pelaku, polisi juga menyita beberapa barang bukti masing0-masing 287 butir pil koplo, lima unit ponsel dan uang Rp150.000. Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 197 Undang-Undang No.36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar. “Peredaran pil koplo harus diwaspadai karena selain harganya murah, tapi efeknya tidak kalah dengan narkoba jenis lainnya sehingga butuh pengawasan yang lebih ketat lagi,” kata mantan Kapolsek Ngawen ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Jumat 24 Juli 2026 untuk layanan reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun Bandara YIA.
Literasi menjadi bekal penting bagi ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 24 Juli 2026 dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB dengan tarif tetap Rp8.000.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Jumat 24 Juli 2026, berangkat mulai pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif tetap Rp8.000.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.