BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi perangkat desa./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Wahyu Widodo, dilaporkan ke polisi oleh pegawainya sendiri terkait dengan dugaan perkara pencemaran nama baik. Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan polisi, bahkan Wahyu Widodo sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik.
Pegawai yang melaporkan Wahyu adalah Sulistiantoro yang menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Srigading.
Kuasa Hukum Sulistiantoro, Sunu Yulimawan mengatakan kasus tersebut terjadi sekitar pertengahan tahun lalu. Saat itu kepala desa membuat status di aplikasi Whatsapp bahwa dirinya akan membersihkan sampah di balai desa.
Sampah yang akan dibersihkan dari balai desa tersebut beratnya mencapai 90 kilogram dan jenis sampahnya, kata Suni, adalah “sampah Jawa tulen, bukan londo atau bule”. Status tersebut menjadi pembicaraan di kalangan pamong desa.
Dalam rapat bersama yang dihadiri sekitar 25 orang pamong desa pada 19 September 2019, Sulistiantoro memberanikan diri menanyakan ihwal sampah yang dimaksud Kepala Desa.
“Saat dikonfirmasi, terlapor [Wahyu Widodo] menjawab sampah yang dimaksud adalah kliennya dengan isyarat penunjukan tangan ke arah kliennya,” kata Sunu, saat memberi keterangan kepada wartawan di salah satu rumah makan di Jalan Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Jumat (17/1/2020).
Menurut Sunu pernyataan kepala desa tersebut membuat Sulistiantoro dilecehkan dan dicemarkan nama baiknya, terlebih kata-kata sampah tersebut diucapkan di dalam forum yang dihadiri sekitar 25 pamong desa. Sulistiantoro pun memutuskan untuk melaporkan kepala desa tersebut ke Polres Bantul pada 1 Oktober lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
BGN menargetkan pelunasan tunggakan Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga pada 2026. Anggaran pembayaran masih dalam proses reviu dan diblokir.