Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Pelatihan penanganan bencana diikuti sukarelawan PKS DIY untuk kesiapsiagaan bencana di DPW PKS DIY, Sabtu (18/1/2020)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY menyiapkan sebanyak 250 sukarelawan yang siap diterjunkan untuk membantu menangani bencana di wilayah DIY. Sukarelawan ini terdiri dari tim search and rescue (SAR) untuk keperluan evakuasi hingga tim medis.
Ketua DPW PKS DIY Darul Falah mengaku menyiagakan sebanyak 250 personel sukarelawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah DIY. Jumlah itu berasal dari masing-masing sukarelawan dari kabupaten dan kota di DIY sebanyak 50 orang.
Siaga personel itu sebagai respons berbagai informasi dari BMKG terkait cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. “Kami sudah memberikan pembekalan, pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan bencana, harapannya mereka ini juga menularkan kepada simpatisan di setiap kecamatan,” ungkapnya di sela-sela Apel Siaga Bencana, di Kantor DPW PKS DIY, Sabtu (18/1/2020).
Dia mengatakan 250 personel yang disiapkan itu memiliki kualifikasi khusus di bidang SAR untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan. Dalam apel siaga tersebut para relawan diberikan pelatihan sekaligus melakukan koordinasi setiap sukarelawan agar lebih cepat dalam memberikan respons ketika terjadi bencana.
Dalam menangani bencana pihaknya tentu akan berkoordinasi dengan pemerintah maupun pihak terkait. “Karena prinsipnya semua kader PKS adalah sukarelawan jadi siap memberikan bantuan, tetapi yang 250 orang kami siapkan ini memiliki kualifikasi khusus,” ucapnya.
Pihaknya menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari dokter serta tenaga medis lainnya yang sewaktu-waktu juga siap untuk diterjunkan. “Kalau tim kesehatan sudah biasa [diterjunkan], ada dokter, apoteker, ahli gizi, kami siap,” ujarnya.
Saat ini DPW PKS DIY juga menyiapkan tim untuk membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Gunungkidul terkait dengan adanya antraks. Secara khusus memang tim belum diterjunkan, melainkan dalam waktu dekat ini akan dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang dilakukan sukarelawan di lingkungannya. Ia meyakini pemerintah sudah bergerak cepat untuk menangani persoalan tersebut.
Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri Sukamta mengatakan sebanyak 250 sukarelawan yang disiagakan di DIY merupakan bagian dari tim sukarelawan PKS di seluruh Indonesia. Pelatihan diberikan rutin kepada sukarelawan agar kesiapsiagaan terjaga dan pemahaman penanganan bencana meningkat.
Meski pun di awal musim hujan saat ini DIY tidak terlalu banyak bencana yang berbeda dengan tahun sebelumnya, kata dia, namun sukarelawan tetap disiagakan. “Dari sisi peralatan, kami juga sudah lengkap, termasuk satu perahu karet baru yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan bencana banjir,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.