Temuan Ulat hingga Dugaan Keracunan, SPPG Gagaksipat Boyolali 5 Diadukan
PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali mengadukan SPPG Gagaksipat 5 terkait dugaan keracunan MBG, temuan ulat, dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Saat ini cuaca panas tengah melanda DIY meski diklaim sedang musim hujan. Namun BMKG meramalkan hujan lebat segera mengguyur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan kembali mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan, setelah cuaca cerah dan suhu udara panas meliputi wilayah tersebut.
"Dalam beberapa hari ke depan hujan diprediksi akan kembali berpotensi muncul di beberapa wilayah DIY," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum di Yogyakarta, Senin (20/1/2020).
Etik menjelaskan selama 17-18 Januari 2020 awan hujan tidak terpantau di wilayah DIY karena kondisi atmosfer belum mendukung pembentukan awan hujan, antara lain karena munculnya pola angin yang menyebar (divergen).
"Pola angin yang menyebar itu kurang mendukung untuk pembentukan awan-awan hujan di Yogyakarta," kata dia.
Menurut dia, wilayah DIY masih dalam periode musim hujan. Selama musim hujan, ia menjelaskan, curah hujan per dasarian (10 hari) sama dengan atau lebih besar dari 50 mm dalam satu dasarian diikuti beberapa dasarian berikutnya secara berturut-turut.
"Sehingga meskipun dasarian dua pada Januari ini jumlah curah hujan relatif rendah, tetapi di dasarian tiga selanjutnya curah hujan kembali diprediksi dalam kategori tinggi atau di atas 50 mm per dasarian," kata dia.
Ia memprakirakan secara umum musim hujan di wilayah DIY mencapai puncak pada akhir Januari hingga Februari 2020. Musim hujan disebut telah memasuki puncak apabila curah hujan mencapai jumlah tertinggi selama tiga dasarian berturut-turut.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada periode tersebut.
"Diimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," kata Etik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PAUD/KB Kids Fun Education Boyolali mengadukan SPPG Gagaksipat 5 terkait dugaan keracunan MBG, temuan ulat, dan hasil pemeriksaan laboratorium.
Segafredo Cafe mengembangkan hospitality Italia di Jogja dengan sajian kopi, pasta, dan pizza untuk menyasar wisatawan asing maupun domestik.
PKB Sleman menggelar dialog sosialisme Islam bersama tokoh NU, Muhammadiyah, dan FKUB untuk membahas keadilan sosial serta persoalan anak muda.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.
Banyak lembaga antikorupsi belum menjamin pemberantasan korupsi efektif. Mantan penasihat KPK Suwarsono Muhammad mengungkap perlunya strategi khas Indonesia.