Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito terkena imbas atas tersebarnya berita bohong yang menyebut RSUP Sardjto merawat pasien suspek virus corona. Adapun dampak yang dirasakan ialah penurunan jumlah pasien.
"Efeknya paling terasa hari ini karena saya lihat pada pukul 10.00 WIB klinik sepi tidak ada pasien yang kontrol atau berobat," ungkap Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito, Banu Hermawan seusai jumpa pers, Rabu (29/1/2020).
Lebih lanjut diutarakan Banu, presentase penurunan jumlah pasien mencapai 30 persen. Artinya yang pada hari-hari biasa jumlah pasien yang berobat dan kontrol sekitar 2.500 sampai 3.500 pasien.
"Hari ini kami hitung hanya ada sekitar 2.000 pasien," jelasnya.
Lebih dari itu, pihaknya jadi lebih sering menerima telepon dari pasien lantaran khawatir adanya virus Corona.
Banu mengaku jumlah penurunan pasien hanya terjadi di poliklinik tertentu. Untuk klinik penyakit dalam cenderung sepi pasien pada hari ini.
"Klinik lainnya tetap ramai seperti biasa," kata dia.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUP Dr. Sardjito, Windarwati menegaskan, rumah sakit Sardjito bebas dari virus Corona yang ramai diberitakan. Pasalnya, pasien yang seharusnya kontrol pada hari ini namun tidak jadi karena khawatir.
"Masyarakat tidak perlu cemas karena Sardjito aman dan sudah dijaga dengan standar yang berlaku," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.