Kemarau Panjang Belum Picu Gagal Panen di Gunungkidul, Harga Beras Justru Naik
Gunungkidul belum menerima laporan gagal panen padi akibat kemarau panjang. Namun, harga beras medium dan premium di pasar dilaporkan melampaui HET.
Foto ilustrasi campak. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus campak di Gunungkidul pada awal 2026 tercatat sebanyak 11 orang. Meski ada temuan kasus, Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan situasi masih terkendali sehingga belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan jumlah kasus yang ditemukan hingga saat ini masih relatif rendah dan cenderung melandai.
“Masih landai kasusnya. Hingga sekarang baru ada 11 pasien yang dinyatakan terkena campak,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Wanda Abrar, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan seluruh pasien yang teridentifikasi telah menjalani isolasi guna mencegah penularan lebih lanjut. Selain itu, hasil pemantauan selama 28 hari terhadap pasien juga menunjukkan tidak adanya penyebaran kasus kepada orang lain.
Wanda menambahkan penyebaran penyakit campak di wilayah Bumi Handayani hingga kini masih tergolong terkendali. Sebagai perbandingan, pada 2025 tercatat sebanyak 17 warga di Gunungkidul dinyatakan positif campak.
“Untuk Gunungkidul tidak ada penetapan KLB campak,” ungkapnya.
Meski kondisi masih terkendali, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak. Gejala awal yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi yang disertai batuk.
Selain itu, tanda lain yang sering muncul adalah ruam atau bintik-bintik kemerahan pada tubuh penderita. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri, salah satunya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun untuk mengurangi risiko penularan.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak untuk menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
“Kami akan terus sosialisasikan pencegahan penularan penyakit campak. Jika ada gejala, segera lakukan isolasi mandiri dan berobat ke puskesmas terdekat,” katanya.
Selain upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, pemerintah daerah juga terus menggalakkan program imunisasi campak sebagai langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut di masyarakat.
“Imunisasi ini penting untuk menghindari terjadinya penularan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menambahkan pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan penyakit kepada masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang melibatkan kader kesehatan di tingkat kalurahan.
Program tersebut juga mendorong masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh.
“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan,” katanya.
Menurut Ismono, menjaga kondisi tubuh tetap sehat menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terserang berbagai penyakit menular, termasuk campak.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi, menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat agar tubuh tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul belum menerima laporan gagal panen padi akibat kemarau panjang. Namun, harga beras medium dan premium di pasar dilaporkan melampaui HET.
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.
Hasil lab kasus dugaan keracunan MBG di Selo, Boyolali, menemukan bakteri E. coli, sedangkan kadar histamin pada udang masih normal.
Bawaslu Solo digugat terkait persyaratan administrasi ijazah Jokowi saat pencalonan. Sidang di PN Jakarta Pusat tertunda karena penggugat menambah saksi dan ahl
GSI Youth Fest 2026 digelar gratis di GOR Indoor Manahan, Solo, 8 November. Ada Ndarboy Genk, Raffi Ahmad, job fair, dan penghargaan 35 Local Hero.
PT BPR Bank Kulon Progo menyalurkan kredit sekitar Rp420 miliar untuk mendukung UMKM dan ekonomi daerah melalui program SUPER KeRISKu, Kredit Merapi, serta laya