Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Mapolda DIY.Harian Jogja-Irwan A.Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN--Tak hanya sejumlah kampus di Rong Road Utara yang terkena proyek tol Jogja, namun juga markas Polda DIY.
"Oh iya, (Polda DIY) kena dampak tapi hanya bagian depannya saja. Kemungkinan hanya kena pagarnya," ujar PPK Satker PJBH Yogya-Solo dan Yogya-Bawen, Wijayanto, kepada detikcom-jaringan Harianjogja.com melalui pesan singkat, Rabu (5/2/2020).
Menanggapi hal itu, Polda DIY mengaku legowo dan mendukung proyek tersebut. "Kalaupun pun Polda DIY nanti kena proyek tol, kami akan mendukung dan mempersilakan serta legowo," ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto saat ditemui wartawan di Mapolsek Ngaglik, Sleman, DIY hari ini.
Yuliyanto mengatakan belum mengetahui secara pasti bagian mana saja dari Polda DIY yang terdampak. Pihaknya masih menunggu kepastian terkait luasan bidang yang terdampak.
"Terkait luasannya itu tentu nanti ada tim yang lebih mendalami lagi," jelasnya.
Kendati dikabarkan terdampak tol, Yuliyanto mengatakan sejauh ini belum ada rencana untuk memindahkan Mapolda DIY. Pihaknya juga menegaskan jika mendukung semua proyek strategis pemerintah.
"Kami belum tahu, bahkan belum ada wacana mau pindah atau tidak. Apapun itu yang berkaitan dengan pembangunan nasional, kepolisian siap mendukung," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Yogya-Solo di Kecamatan Depok, Sleman akan berdampak pada bangunan ruko dan kampus yang terletak di pinggir Ring Road. Di antaranya ada kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Amikom, dan Stikes Guna Bangsa.
"(Kampus UPN terdampak) Tapi hanya akan sampai halaman saja. Tapi paling banyak yang terdampak nanti ruko-ruko di pinggir jalan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Yogya-Solo dan Yogya-Bawen, Wijayanto kepada wartawan di Balai Desa Condongcatur, Sleman, Selasa (4/2/2020) malam.
Wijayanto menjelaskan total bidang yang dibutuhkan untuk membangun tol Yogya-Solo sebanyak 2.906 bidang. Di Desa Condongcatur ada 214 bidang terdampak.
"Luasan lahannya yang terdampak diperkirakan 119,524 m2," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.