Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Peluncuran maskot sekolah berupa patung burung gelatik Jawa pada peringatan satu abad SD Marsudirini, Kamis (6/2/2020), di Kota Jogja. Ist/SD Marsudirini
Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati usianya yang sudah satu abad, SD Marsidirini Jogja memilih burung gelatik Jawa sebagai maskot sekolah. Burung tersebut dianggap punya nilai filosofi tersendiri.
SD Marsudirini yang terletak di Jalan Panembahan Senopati No.32, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja menggelar berbagai kegiatan memperingati 100 tahun umur sekolah tersebut pada Kamis (6/2/2020). Acara dimulai pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.
Kepala SD Marsudirini, FX. Oktaf Laudensius, mengatakan dijadikannya burung gelatik Jawa sebagai maskot lantaran termasuk hewan yang terancam punah. Dengan begitu murid-murid kata dia juga belajar mengenal hewan yang terancam punah.
"Selain mengenalkan kepada mereka tentang satwa yang hampir punah, filosofi burung gelatik Jawa yang rendah hati jadi pilihan kami,” katanya, Kamis.
Tema yang diambil pada 100 tahun SD Marsudirini adalah Melayani dengan Hati. Di acara perayaan satu abad, SD Marsudirini ingin mengembangkan talenta anak-anak, menggelar sejumlah lomba, pentas dan puncaknya penampilan paduan suara.
Rangkaian perayaan ulang tahun antara lain donor darah, lomba mewarnai caping antarkelas, turnamen catur, pentas seni, dan temu alumni. Perayaan 100 tahun SD Marsudirini sudah diawali pada Januari lalu berupa kegiatan membuat batik tulis oleh para guru. "Guru-guru menggambar motif batik gelatik Jawa," katanya.
Ke depan setiap Kamis paing, siswa akan memakai busana adat Jogja. Tujuannya agar siswa semakin mencintai budaya yang perlahan memudar.
Salah satu alumni SD Marsudirini angkatan 1987, Hidayat Tanubrata, menyatakan patung gelatik Jawa terbuat dari bahan fiberglass. Butuh waktu sekitar tiga minggu untuk mengerjakan patung tersebut. "Patungnya dibuat pada Januari," ungkapnya.
Dia dan teman-temannya angkatan 1987 menurutnya sengaja reuni bertepatan dengan 100 tahun SD Marsudirini. "Daripada cuma kumpul-kumpul saja sekalian kami inisiatif membuatkan patung dan harapannya SD Marsudirini semakin bagus ke depannya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.