Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Kegiatan panen pedet di Pasar Siyonoharjo, Senin (7/5/2018). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Untuk memutus penyebaran antraks, Pemkab Gunungkidul berencana menutup sementara pasar hewan yang ada di Bumi Handayani. Untuk meminimalkan dampak yang bakal timbul, Dewan meminta Pemkab mengkaji secara matang rencana itu.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menyetujui rencana penutupan sementara pasar hewan agar penyebaran virus antraks tak semakin meluas. Meski demikian, Heri meminta ada solusi agar penutupan pasar tak merusak perputaran hewan ternak di Gunungkidul.
"Penutupan jelas berdampak pada perekonomian di pasar hewan, oleh karena itu harus ada solusi nyata dari Pemkab. Jangan sampai penutupan merusak peternakan di Gunungkidul. Harga ternak di pasar yang hancur sangat merugikan peternak," kata Heri kepada Harian Jogja, Jumat (7/2/2020).
Menurut Heri, Pemkab harus memikirkan beberapa hal sebelum menutup sementara pasar hewan. "Peternak mau menjual hewan ternak ke mana kalau Pasar Hewan Siyono, Playen; Pasar Munggi di Semanu serta Pasar Trowono ditutup. Bagaimana nasib peternak dan pedagang?" ujarnya.
Selain itu, masyarakat yang tidak terdampak langsung dengan adanya kasus antraks seperti pedagang daging dan pedagang makanan berbahan dasar daging olahan seperti bakso juga bakal dirugikan.
"Saya berpendapat Pemkab silakan menutup pasar hewan yang ada di zona merah antraks, tetapi di luar itu sebaiknya jangan ditutup. Toh, petugas sudah aktif memvaksin ternak di pasar hewan," kata Heri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengungkapkan rencana penutupan sementara pasar hewan baru sebatas kajian. Menurutnya, penutupan tersebut bertujuan untuk memotong mata rantai penyebaran antraks. "Saat ini sedang dikaji oleh beberapa tim. Penutupan sementara untuk mengantisipasi peredaran daging yang tidak diinginkan," kata dia.
Johan mengungkapkan jajarannya juga menyediakan dokter hewan yang memantau perkembangan ternak yang diperdagangkan di sejumlah pasar hewan seperti di Pasar Munggi, Kecamatan Semanu dan Pasar Siyono, Playen. "Kami memastikan di dua pasar hewan terbesar di Gunungkidul itu ada dokter hewan yang berjaga," kata Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.