PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
GKR Hemas saat memberikan Sosialisasi Pancasila kepada siswa SMA/SMK se DIY di Kraton Kilen Jogja, Sabtu (8/2/2020). /Ist-dok
Harianjogja.com, JOGJA- Munculnya kasus kekerasan di jalan (klitih) yang melibatkan kalangan pelajar hingga isu banyaknya pelajar yang terpapar paham radikalisme harus disikapi dengan meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila.
Anggota DPD RI asal DIY, GKR Hemas mengatakan di tingkat nasional, pelajar di Jogja selalu menjadi perhatian karena kepandaian dan prestasinya, baik di bidang akademik maupun di bidang ekstra kurikuler. Beragam prestasi yang diraih pelajar Jogja bahkan membuat dirinya bangga.
"Mulai dari nilai Ujian Nasional yang begitu tinggi, prestasi dalam bidang robotik, penulisan karya ilmiah tentunya menjadi kebanggaan bagi saya. Itu artinya kalian memahami bahwa Jogja itu istimewa," katanya di sela kegiatan Sosialisasi Pancasila bersama siswa SMA/SMK se DIY di Kraton Kilen Jogja, Sabtu (8/2/2020).
Sayangnya, kata Hemas, belakangan ini selalu juga ada cerita yang berbeda tentang siswa di Jogja. Ada kekerasan di jalan (klitih), ada genk motor, ada tawuran yang melibatkan siswa. Dia berharap semua peristiwa negatif itu harus benar-benar dihilangkan. "Saya harapkan semua yang di sini bisa berpartisipasi untuk membuat semua hal negatif hilang sama sekali dari Jogja," katanya.
Munculnya beragam perilaku negatif di kalangan pelajar itu, mendorong Hemas untuk kembali menekankan pentingnya Pancasila. Hal itu sejalan dengan UUD 1945, prinsip NKRI dan juga Bhinneka Tunggal Ika. "Kita di sini boleh berbeda-beda asal orang tuanya, berbeda sukunya, berbeda bahasanya, tetapi tetap satu di dalam Bangsa Indonesia," katanya.
Prinsip Pancasila yang ada ssay ini, lanjut Hemas, sudah sangat bagus sehingga banyak menarik negara lain untuk ikut mempelajarinya. Seorang Peneliti, Professor Katrin Mac Gregor membuat penelitian tentang peran Pancasila di Era Reformasi ini. Sementara Professor Karel Stenbrink dari Belanda melihat secara lebih detail tentang bagaimana Pancasila terkait dengan kehidupan beragama di Indonesia.
"Saya prihatin ketika mengetahui ada sekitar 52% dari siswa SMA dan SMK yang mulai terpapar radikalisme. Begitu kata Menteri Agama kita. Agak membingungkan mengapa ada siswa yang merasa beragama Islam tetapi menolak Bhinneka Tunggal Ika, padahal banyak ulama besar di Indonesia tidak pernah bermasalah dengan ide ini," katanya.
Demikian juga dengan Pancasila dan NKRI yang menurut Hemas, justru merupakan hasil dari pemikiran ulama-ulama besar Indonesia. Saat ini pun mulai marak sikap sekelompok orang yang suka mengkafir-kafirkan orang lain, yang tidak sekelompok dengannya. Tentu saja, katanya, sikap tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Fenomena ini membuat Hemas sangat gelisah. Sebab di Indonesia banyak ulama yang berperan besar dalam pembentukan NKRI. Mereka melepaskan kepentingan agama dan kelompok, untuk bisa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa Indonesia.
"Saya percaya Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Agama yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Saya percaya agama Islam mengajarkan prinsip wasatiyah, prinsip yang tidak ekstrim, yang tidak pernah berlebih-lebihan dalam beragama," papar permaisuri Sultan Hamengku Buwono X ini.
Dia berharap siswa-siswa di DIY mampu berpikir secara mandiri, melakukan penelitian dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Maka gunakanlah akal dan pikiran secara cermat, cari data sebanyak-banyaknya, belajarlah dari banyak guru agama, ustad, dan kiai yang terkenal, terutama dari NU dan Muhammadiyah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Han So Hee ingin menikah sebelum usia 40 tahun dan memiliki anak. Ia bahkan siap vakum dari dunia hiburan demi mendampingi anak.
Ganfan Yingying, kreator konten makanan dengan 1,2 juta pengikut, meninggal di usia 24 tahun akibat kebiasaan memuntahkan makanan. Simak pesan terakhirnya!
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.