Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berencana menjadikan kawasan TPST Piyungan sebagai tempat penghijauan setelah ditata dengan terasering. Salah satunya dengan menanam di kawasan tersebut.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan saat ini sedang diupayakan agar timbunan sampah di TPST Piyungan bisa dilakukan penanaman setelah ditata dengan terasering. Ia menyadari untuk membuat penghijauan itu bukan perkara mudah karena bekas sampah kemungkinan panas yang membuat tanaman tidak bisa hidup. Sehingga akan segera dipikirkan kemungkinan akan diberikan lapisan tanah subur supaya bisa ditanami. Termasuk melakukan kajian guna menentukan langkah dalam menghijaukan kawasan tersebut.
"Bisa dimanfaatkan untuk penghijauan, kalau sudah diberikan tanaman harapannya tanah bisa pulih kembali, bukan hanya sampah yang mengeluarkan bau, tetapi ditanami kemudian kita cari jenis tanaman apa yang bisa hidup di situ," katanya di Kepatihan, Kamis (13/2/2020).
Pemberian tanaman di lokasi sampah ke depannya ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memperindah kawasan tersebut seiring akan diserahkannya pengelolaan TPST Piyungan di lahan yang berbeda kepada investor. Oleh karena itu akan direncanakan uji coba menanam agar bisa dipilih tanaman yang paling cocok dan bisa hidup di atas tumpukan sampah.
"Dengan tanaman, paling bagus, baru kalau tidak bisa dengan tanaman, perlu media lain. Akan dilakukan uji coba tanaman yang bisa hidup di atas sampah walaupun itu bisa kita berikan tanah dahulu," ujarnya.
Untuk membuat terasering, sampah yang ada dibawah kemudian diangkut ke atas untuk ditata sedemikian rupa agar lebih rapi. Melalui terasering nantinya akan menjadi titik-titik yang bisa ditanami tanaman.
"Kalau sekarang kan justru yang [sampah] dibawah dibawa naik untuk dibuat terasering, nanti tersering ini yang kita upayakan bisa berikan tanah segar untuk kemudian ditanami, itu kami upayakan," ujarnya.
Pihaknya berharap ke depan investor pengelola TPST Piyungan bisa memanfaatkan sampah di lahan lama menjadi komoditas. Hal ini akan sangat mengurangi kandungan gas sehingga tidak panas untuk ditanami.
"Kalau kemungkinan pengolah itu bisa menelan sampah yang sudah lama itu menjadi komoditas, itu jadi gas atau apa tentu nanti akan berkurang," ucapnya.
Saat ini kondisi TPST Piyungan sebenarnya sudab habis masa usianya karena sudah kelebihan kapasitas. Keberadaan TPST tidak bisa menjadi solusi mengatasi persoalan sampah sehingga harus dikelola melalui industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.