Sultan: kalau Merapi Tidak Erupsi, Malah Dipertanyakan

Sri Sultan Hamengku Buwono X. - Harian Jogja/Desi SUryanto
13 Februari 2020 18:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai adanya peningkatan aktivitas merapi berupa erupsi merupakam suatu hal yang wajar. HB X yakin masyarakat sekitar lereng Merapi sangat memahami dan tidak akan panik.

HB X mengatakan Merapi sebagai gunung berapi memang sudah sewajarnya erupsi. Menurutnya justru dipertanyakan ketika tidak ada erupsi. "Erupsi begitu itu, memang Merapi itu kan Gunung yang aktif jadi kecenderungan, ora [kalau tidak] erupsi itu malah dipertanyakan, nek [kalau] erupsi yo memang karena aktif," katanya di Kepatihan, Kamis (13/2/2020).

Ia menilai dengan letusan skala kecil berupa lelehan tersebut masih sangat aman. Menurutnya lebih baik berupa lelehan tersebut daripada tidak sama sekali. Karena jika tidak ada letusan kecil ada kecenderungan menyumbat keluarnya lava sehingga menimbulkan tekanan tinggi.

"Jadi yang penting kan hanya meleleh keluar begini, bukan meletus begitu, saya kira memang lebih baik keluar daripada tidak keluar, karena kalau tidak keluar ya macet di atas, tekanan dari bawah kan malah bisa bleng [tekanannya lebih besar]. Tetapi kalau meleleh malah enggak apa-apa, meleleh kan juga hanya di sekitar situ saja," katanya.

Karena keunikan dan aktifnya Merapi, sehingga banyak menjadi referensi dari berbagai negara untuk mendalami tentang gunung berapi.

"Jadi Gunung Merapi itu satu-satunya gunung aktif di dunia, itu kan Merapi. Makanya orang asing yang mau mendalami gunung berapi pun larinya ke Jogja, belajarnya di Jogja kan begitu," ucapnya.

Di sisi lain Sultan meyakini warga sekitar lereng Merapi sudah sangat memahami sehingga mereka tidak akan panik. Ia yakin masyarakat lokal sudah terbiasa dengan kondisi itu, bahkan beberapa mungkin ada yang menyimpan barang berharga di tempat khusus agar sewaktu-waktu bisa dibawa.