5 Cara Menghemat Air saat Kemarau agar Persediaan Tetap Aman
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
TPST Piyungan - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyebut perusahaan dari beberapa negara mundur dari investasi pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, kemungkinan karena mahalnya teknologi.
Namun saat ini masih ada investor yang tertarik mengelola tempat sampah tersebut dengan penggunaan teknologi yang lebih sederhana dan murah.
“Saya baru bicara, semoga dengan calon investor [baru] mungkin bisa. Dulu [investor] Jepang mundur, Prancis mundur, Jerman mundur,” kata Sultan di sela-sela pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di salah satu hotel kawasan Banguntapan, Bantul, Jumat (13/12).
Sultan memperkirakan calon investor angkat kaki karena teknologi pengolahan sampah mahal. Menurut dua, sampah di Piyungan harus diolah dan menjadi industri. Tanpa cara tersebut, sampah akan terus menumpuk dan TPST Piyungan kian kewalahan mengelolanya.
“Tetapi enggak mudah untuk mencari teknologinya, karena mahal,” kata dia.
HB X mengharapkan investor baru itu bisa menanamkan modalnya dalam skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) sehingga dapat menyelesaikan persoalan Piyungan.
Tanpa investor yang punya teknologi pengolahan sampah, mau tidak mau TPST Piyungan harus diperluas.
“Semoga saja [yang baru] itu bisa kita lakukan [terealisasi] karena teknologinya lebih sederhana tetapi punya dampak signifikan,” ucapnya.
“Sekarang ada teknologi yang bisa memisahkan [sampah] sendiri, nek apa-apa kudu dipisahke [kalau berbagai jenis sampah dipisahkan tanpa melalui teknologi] kan jadi mahal. Karena kita [sebagian besar masyarakat] yang namanya sampah dicampur semua, bukan sendiri-sendiri, ini yang akhirnya biayanya mahal. Karena jadi industri nanggung [setengah-setengah], tetapi ini [dari calon investor baru] ada teknologi, [sampah] itu dimasukkan kemudian memisahkan sendiri.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.
Manchester United mengumumkan rekap transfer musim panas 2026. Enam pemain baru direkrut, sementara 12 pemain meninggalkan Old Trafford.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih