Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Ketua PWI DIY sekaligus Ketua Panitia HPN 2020, Sihono./Ist-Dok
Harianjogja.com, JOGJA - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) akan mengawali peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74, dengan melaksanakan ziaran ke makam para tokoh pers di Taman Makam Wijaya Brata, Jl Soga, Tahunan, Umbulharjo, Kota Jogja, Sabtu (15/2/2020) pagi.
Ketua PWI DIY sekaligus Ketua Panitia HPN 2020, Sihono menjelaskan bahwa ziarah ke makam para tokoh pers ini merupakan kegiatan rutin setiap kali PWI DIY merayakan HPN.
"Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kami selaku pers masa kini, kepada para tokoh pers di zaman dulu, terutama masa-masa perjuangan kemerdekaan bangsa," kata Sihono, dalam rilisnya, Jumat (14/2/2020).
Dipilih Taman Makam Wijaya Brata karena di sini dimakamkan beberapa tokoh pers nasional, seperti Ki Hadjar Dewantara, Ki Sutopo Wonobojo, Ki Mashuri Darmosugito, Ki Mangunsarkoro, Ki Samawi pendiri SKH kedaulatan rakyat, serta beberapa pejuang lainnya. Di nisan Ki Mashuri bahkan tertulis Perintis Kemerdekaan Indonesia dan Perintis Pers Indonesia.
Usai dari Taman Makam Wijaya Brata, ziarah akan dilanjutkan ke makam Sonyaragi, Jalan Gondosuli. Di lokasi ini dimakamkan Mr Sumanang Surjowinoto, ketua PWI Pusat Pertama yang dideklarasikan di Gedong Sono Suko Surakarta pada 9 Februari 1946. Selanjutnya ke makam keluarga Wonohito di Pringwulung Depok Sleman. Wonohito bersama Ki Samawi adalah pendiri SKH Kedaulatan Rakyat. Di makam keluarha ini juga dimakamkan Sumadi M. Wonohito (anak Wonohito). Ziarah diakhiri ke makam Kusfandi, mantan Pemimpin Umum Harian Bernas di Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Sihono menambahkan selain ziarah masih banyak acara lain yang digelar untuk memperingati HPN 2020. Di antaranya adalah Pelatihan Jurnalistik bagi Humas Museum di DIY pada 22 Februari, Mancing Bareng awal Maret, Malam Refleksi 28 Maret, Jalan Sehat 12 April dan diakhiri PWI Award pada 2 Mei. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.