RS Bethesda Jogja Resmikan Layanan Nuklir & Galeri Wedhang Jamu
RS Bethesda Jogja luncurkan layanan kedokteran nuklir dan galeri jamu. Inovasi gabungkan teknologi modern dan kearifan lokal.
Ilustrasi underpass/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA - Harapan warga DIY agar underpass Kentungan segera diselesaikan akhirnya terwujud. Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR mulai mengoperasikan Underpass Kentungan sejak Jumat (14/2/2020).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Syidik Hidayat membenarkan beroperasinya underpass tersebut. Hanya saja, operasional underpass masih dalam masa uji coba (trial).
"Iya sudah bisa digunakan, tapi masih dalam masa trial. Muka dibuka sekitar pukul 15.00 sore," kata Syidik saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat malam.
Underpass sepanjang sepanjang 540 meter dengan konstruksi tertutup 180 meter itu sudah dilewati oleh kendaraan baik dari arah Barat maupun arah Timur. Sempat menjadi perdebatan karena proses pembangunan melebihi target Desember 2019 lalu, proyek yang menelan dana APBN sebesar Rp101 miliar tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.
Dari sisi keselamatan dan marka jalan, kondisi underpass tersebut sudah terpenuhi. Termasuk lampu penerangan jalan. "Sampai kapan masa trial? Kalau tidak ada permasalahan akan dibuka seterusnya," katanya.
Meskipun sudah digunakan, kata Syidik pekerjaan pemeliharaan dan penyempurnaan jalan dan bangunan di lokasi masih berjalan. Dia belum bisa memastikan apakah pengoperasian penuh underpass didahului dengan peresmian oleh pejabat tertentu. Seperti halnya peresmian Underpass Kulonprogo yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat yang ingin mencoba melewati underpass Kentungan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas. Sekadar diketahui, tinggi bebas underpass 5,2 meter dan lebarnya 16 meter. Underpass ini dilengkapi dengan dua jalur dan empat lajur, dapat dilalui dari Barat (Magelang) ke Timur (Solo) maupun sebaliknya. Sedangkan kecepatan rencana untuk underpass ini adalah 60 km/jam.
"Tolong bangunan itu dirawat dengan baik dan jika terjadi sesuatu mohon segera dilaporkan kepada kami untuk segera ditangani," katanya.
Sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan keberadaan underpass tersebut salah satu tujuannya untuk mengatasi kemacetan. Aji mengatakan saat ini memang tidak terjadi kemacetan parah di lokasi proyek. Penumpukan kendaraan lebih banyak disebabkan karena pengguna jalan menghindari simpang empat Kentungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS Bethesda Jogja luncurkan layanan kedokteran nuklir dan galeri jamu. Inovasi gabungkan teknologi modern dan kearifan lokal.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.