Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026, Berawan
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Ilustrasi underpass/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA - Harapan warga DIY agar underpass Kentungan segera diselesaikan akhirnya terwujud. Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR mulai mengoperasikan Underpass Kentungan sejak Jumat (14/2/2020).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Syidik Hidayat membenarkan beroperasinya underpass tersebut. Hanya saja, operasional underpass masih dalam masa uji coba (trial).
"Iya sudah bisa digunakan, tapi masih dalam masa trial. Muka dibuka sekitar pukul 15.00 sore," kata Syidik saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat malam.
Underpass sepanjang sepanjang 540 meter dengan konstruksi tertutup 180 meter itu sudah dilewati oleh kendaraan baik dari arah Barat maupun arah Timur. Sempat menjadi perdebatan karena proses pembangunan melebihi target Desember 2019 lalu, proyek yang menelan dana APBN sebesar Rp101 miliar tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.
Dari sisi keselamatan dan marka jalan, kondisi underpass tersebut sudah terpenuhi. Termasuk lampu penerangan jalan. "Sampai kapan masa trial? Kalau tidak ada permasalahan akan dibuka seterusnya," katanya.
Meskipun sudah digunakan, kata Syidik pekerjaan pemeliharaan dan penyempurnaan jalan dan bangunan di lokasi masih berjalan. Dia belum bisa memastikan apakah pengoperasian penuh underpass didahului dengan peresmian oleh pejabat tertentu. Seperti halnya peresmian Underpass Kulonprogo yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Dia berharap masyarakat yang ingin mencoba melewati underpass Kentungan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas. Sekadar diketahui, tinggi bebas underpass 5,2 meter dan lebarnya 16 meter. Underpass ini dilengkapi dengan dua jalur dan empat lajur, dapat dilalui dari Barat (Magelang) ke Timur (Solo) maupun sebaliknya. Sedangkan kecepatan rencana untuk underpass ini adalah 60 km/jam.
"Tolong bangunan itu dirawat dengan baik dan jika terjadi sesuatu mohon segera dilaporkan kepada kami untuk segera ditangani," katanya.
Sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan keberadaan underpass tersebut salah satu tujuannya untuk mengatasi kemacetan. Aji mengatakan saat ini memang tidak terjadi kemacetan parah di lokasi proyek. Penumpukan kendaraan lebih banyak disebabkan karena pengguna jalan menghindari simpang empat Kentungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Medan berat di Desa Watuduwur tak surutkan semangat Satgas TMMD Kodim 0708 Purworejo. Pembangunan jalan terus dikebut demi akses warga.
Kejaksaan Agung menjadwalkan ulang pemeriksaan Heru Pambudi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi importasi tekstil di Ditjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020.
Program biodiesel B50 diproyeksikan menghemat devisa Rp170 triliun pada 2026, menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Konflik AS dan Iran meluas ke Suriah dan Bahrain. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 11% dalam sepekan di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.