Advertisement
Proyek Underpass Kentungan Molor dan Bikin Macet, Ini Kata Pemda DIY
Antrean kendaraan di simpang empat Kentungan, Kamis (26/12/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berharap rekanan pelaksana pembangunan underpass Kentungan segera menyelesaikan pekerjaan agar bisa dioperasikan. Underpass ini kemungkinan baru bisa beroperasi setelah triwulan pertama 2020 habis.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan DIY butuh underpass di sejumlah titik jalan untuk mengatasi kemacetan, salah satunya di Kentungan. Proyek ini sebenarnya ditarget bisa selesai akhir 2019 tetapi hingga jelang pertengahan Januari 2020 ini masih belum bisa dioperasikan. Oleh karena itu pihaknya berharap Pemda DIY bisa segera menyelesaikan proyek tersebut.
Advertisement
"Target kami awal tahun bisa beroperasi tetapi pekerjaan juga ada hambatan, kami berharap rekanan, kontraktor bisa segera menyelesaikan supaya lebih nyaman [lalu lintasnya]," ujarnya, Kamis (20/1/2020).
Aji mengatakan saat ini memang tidak terjadi kemacetan parah di lokasi proyek tersebut. Namun hal itu lebih banyak disebabkan karena pengguna jalan menghindari simpang empat Kentungan, dampaknya terjadi kepadatan di titik lain.
"Sekarang sudah tidak agak krodit [macet parah] karena [pengguna jalan] sudah tahu [sehingga] menghindari [Kentungan], tetapi dihindari di situ lalu kepadatan terjadi di tempat lain," ujarnya di Kepatihan.
Ia menyatakan hasil komunikasi dengan Satker Pelaksana Jalan Nasional, bahwa underpas tersebut akan beroperasi di triwulan pertama 2020, namun belum dapat memastikan bulannya. Ia berharap pekerjaan berjalan lancar sehingga dengan cepat terselesaikan.
"Kalau komunikasi [dengan Satker] [sekitar] di triwulan pertama ini [maksimal] itu berarti Maret [jadi], harapannya begitu [segera beroperasi].Tetapi cuaca seperti ini, bukan pekerjaaan mudah karena di bawah, bikin underpass, bisa kebak [banjir] kalau infrastruktur yang lain tidak siap," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Isu Kenaikan Harga BBM Merebak, Pemerintah Jamin Pasokan Aman
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
Advertisement
Advertisement







