Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kereta melintas di atas Underpass Kulur, Kulonprogo, yang berubah menjadi kolam dan menewakan dua remaja pada Sabtu (22/2/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Underpass Kulur di ruas jalan Siluwok-Klepu, Dusun Polodadi, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kulonprogo, butuh penamgangan segera. Terowongan yang berfungsi sebagai jalan di bawah perlintasan kereta api tersebut berubah menjadi kolam saat musim hujan dan sudah menewaskan dua remaja yang tenggelam karena tak bisa berenang.
Bupati Kulonprogo Sutedjo mengharapkan ada penanganan permanen terhadap terowongan tersebut sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo telah mengirim surat kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan tembusan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY serta Bappeda DIY. Pemkab menginginkan infrastuktur milik Pemda DIY tersebut segera diperbaiki.
Selama ini, genangan air di Underpass Kulur hanya disedot dengan pompa dan cara itu tak banyak berguna.
“Kalau hanya dipompa [airnya] itu hanya temporer, hanya seperti pemadam kebakaran,” kata Sutedjo di Wates, Senin (24/2/2020).
Menurutnya, kapasitas dua pompa di Underpass Kulur relatif kecil. Sementara, tidak adan saluran pembuangan di terowongan itu. Padahal, air yang menggenang di underpass tak hanya berasal dari hujan deras yang turun di musim hujan, tetapi juga rembesan air tanah dari bawah terowongan.
“Dasar underpass harus ada saluran pembuangan, setahu saya saat ini tidak ada. Hari ini kami pompa kembali meski untuk mengeringkan sama sekali itu kurang maksimal, dari petugas PU mengatakan butuh 10 hari untuk menyurutkan air,” kata dia.
Sutedjo mengatakan Pemkab akan menempatkan pompa tambahan milik Dinas Pertanian dan Pangan supaya penyedotan bisa lebih maksimal. Pagar di sekeliling Underpass Kulur juga akan dibuat, lengkap dengan tulisan larangan supaya masyarakat berpikir dua kali untuk bermain-main di sekitar underpass.
Sabtu (22/2/2020) pekan lalu, dua remaja meninggal dunia karena tak bisa berenang di air yang menggenangi underpass hingga sedalam empat meter tersebut. Selama musim hujan, saat hari cerah, terowongan yang sudah menjadi kolam renang dipakai beberapa warga untuk berwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.