Muhaimin: Kunci Industri Kreatif Tembus Global
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
ilustrasi./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jogja meluncurkan inovasi layanan untuk pengantin yaitu “Mantul”. Layanan ini akan memudahkan mereka mengurus sekaligus memperbarui dokumen kependudukan yang pasti mengalami perubahan.
“Pernikahan akan mengubah status warga yang tentunya harus diperbarui dalam administrasi kependudukan. Untuk mempermudahnya, maka kami melakukan inovasi ini. Kami sebut Mantul karena mudah diingat dan diucapkan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jogja Bram Prasetyo di Jogja, Minggu (1/3/2020).
Mantul adalah kepanjangan dari “Manten Anyar Entuk Telu” atau pengantin baru dapat tiga yang berarti bahwa setiap pengantin baru khususnya non muslim akan langsung memperoleh tiga dokumen kependudukan sekaligus yaitu kutipan akta perkawinan, kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang datanya sudah dimutakhirkan.
Bram memastikan, layanan tersebut dapat diakses secara mudah yaitu calon pengantin cukup mendaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta dan melengkapi berkas yang dibutuhkan.
“Nanti, seluruh dokumen akan langsung diberikan usai pernikahan dengan status yang sudah dimutakhirkan. Status kependudukannya pun sudah berganti menjadi kawin,” katanya.
Melalui inovasi tersebut, Bram berharap, warga Kota Yogyakarta tidak akan merasa direpotkan karena harus mengurus berbagai dokumen tersebut secara terpisah yang tentunya membutuhkan waktu lebih lama.
“Kami ingin terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar sesuai dengan tuntutan yaitu pelayanan administrasi kependudukan yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, tertib, dan tidak diskriminatif,” katanya.
Ia menyebut, pelayanan pencatatan perkawinan dalam inovasi Mantul sudah mengintegrasikan berbagai kaidah pelayanan publik yang baik yaitu berkepastian hukum, percepatan pelayanan, integrasi sistem pelayanan, penyederhanaan sistem pelayanan, dan tanpa biaya. “Pelayanan ini mengintrgasikan pelayanan pencatatan sipil dan pendaftaran penduduk,” katanya.
Sedangkan untuk pengantin muslim, layanan serupa juga bisa diterapkan di kecamatan seperti yang dilakukan di Kecamatan Gondomanan dengan layanan Komanan Manten Anyar. Pengantin baru memperoleh empat dokumen sekaligus yaitu buku nikah, kartu nikah, e-KTP, dan KK dengan status yang sudah diperbarui. “Layanannya sama, hanya tempat layanannya berbeda. Yang satu di Dindukcapil dan lainnya di kecamatan atau KUA,” kata Bram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Sebanyak 3.680 mahasiswa UIN Jogja dilepas KKN 2026. BPJS Ketenagakerjaan beri jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.