Update Harga Emas Antam, UBS, Galeri 24 Terbaru Hari Ini
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini bervariasi. Simak daftar lengkap harga dan buyback terbaru.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Desa Condongcatur (Concat) mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia (Muri) lewat kegiatan yang bertajuk Festival Tumpeng Nusantara yang digelar di Taman Kuliner Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Minggu (1/3/2020).
Dalam kegiatan itu, total ada 1.000 tumpeng yang dikirab oleh pasukan bregada. Ribuan tumpeng tersebut dikirab oleh empat bregada dari empat dusun berbeda di Condongcatur, yakni Bregodo Sastradiharjan dari Dusun Gejayan, Bregodo Paksi Jayeng Katon dari Dusun Majikan, Bregodo Hadi Manggala dari Dusun Gorongan, dan Bregodo Krama Yudha dari Desa Kentungan.
Bahkan setelah diverifikasi, jumlah yang disajikan sebanyak 1.007 tumpeng. Setelah dinilai oleh tim juri, ribuan tumpeng pun diperebutkan oleh masyarakat yang hadir pada festival tersebut. Adapun total hadiah yang disediakan panitia untuk pemenang festival itu adalah sebesar Rp10 juta.
Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji menjelaskan persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan sejak Desember tahun lalu. Selain untuk mengisi peringatan 71 tahun Serangan Umum 1 Maret, kirab tumpeng itu juga bertujuan melestarikan budaya. “Kalau dananya berasal dari APBD Desa sebesar Rp50 juta dan sisanya merupakan swadaya masyarakat,” ucap dia, Minggu.
Dijelaskan Reno, kegiatan tersebut rencananya akan menjadi kegiatan rutin dengan tetap fokus pada kegiatan budaya, seperti jatilan putri dan lainnya. Apalagi peserta yang tertarik untuk mengikuti kegiatan tidak hanya berasal dari wilayah DIY tetapi juga luar daerah.
"Karena lokasi Condongcatur berada di tengah-tengah, maka kami harus jeli melihat momentum. Meskipun digelar saat weekend, tetapi bagaimana kebersamaan tetap bisa diwujudkan," katanya.
Kegiatan yang dihadiri ribuan orang itu pun dimeriahkan dengan tarian Sang Pangeran yang menceritakan perjuangan Pangeran Diponegoro. Tak hanya itu, drama kolosal Serangan Umum 1 Maret juga ditampilkan pada kegiatan tersebut, termasuk juga tarian medley Tari Gema Nusantara. "Dukungan dan sokongan dari masyarakat luar biasa. Kebersamaan ini yang ingin terus kami jaga," ujar Reno.
Perwakilan dari Muri Sri Widayati mengatakan dari hasil verifikasi, ada 1.007 tumpeng yang dibawa bregodo sehingga kegiatan tersebut mampu tercacat di Muri yang ke-9448. "Kegiatan ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, tetapi sebagai rekor dunia," ujar dia.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi segenap warga Condongcatur yang mensukseskan acara tersebut. Kerukunan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh warga Condongcatur merupakan hal berharga untuk proses pembangunan di Sleman. "Ini adalah modal untuk mewujudkan Sleman yang semakin sejahtera, mandiri dan berbudaya," kata Muslimatun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini bervariasi. Simak daftar lengkap harga dan buyback terbaru.
All-Stars Kudus juara MLSC 2026 usai kalahkan Jakarta lewat penalti. 34 pemain terbaik siap berlaga di SingaCup Singapura
Volkswagen menyiapkan restrukturisasi besar yang berpotensi memengaruhi 100.000 pekerja, termasuk penutupan pabrik dan reorganisasi bisnis.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Gus Salam menyatakan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dengan membawa misi rekonsiliasi organisasi menjelang Muktamar NU 2026.