56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pria bernama Agustinus Yulianto, 34, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak obat pembasmi rumput. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun usaha itu sia-sia karena nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sambirejo, Sunardi, mengatakan kasus bunuh diri yang dilakukan Yulianto diketahui keluarga saat pelaku muntah-muntah di dapur rumah pada Selasa (3/3/2020) pagi. Keluarga pun bertanya kepada pelaku terkait dengan kondisi kesehatan yang dialami. “Saat ditanya Yulianto menjawab baru saja minum obat pembasmi gulma,” kata Sunardi kepada wartawan, Selasa.
Mengetahui kondisi Yulianto semakin memburuk pihak keluarga langsung melarikan korban ke sebuah rumah sakit di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sayang, obat yang ditenggak bereaksi dengan cepat sehingga upaya medis yang dilakukan sia-sia. “Yulianto minum racun sekitar pukul 05.30 WIB dan sejam kemudian dinyatakan meninggal dunia meski sudah sempat dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kasus bunuh diri dengan cara meminum obat pembasmi rumput ini langsung dilaporkan ke Polsek Ngawen. Untuk pemicu belum diketahui secara pasti karena keluarga masih berduka. “Kalau dilihat dari kondisi, dia [Yulianto] tidak pernah mengeluh sakit karena kondisinya sehat, tapi untuk masalah lain kami tidak tahu karena belum mendapatkan keterangan dari keluarga,” katanya.
Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon, membenarkan adanya laporan kasus bunuh diri yang dilakukan salah seorang warga Desa Sambeng dengan cara menenggak obat pembasmi rumput.
Menurut dia berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan jika Yulianto meninggal dunia lantaran minum obat pembasmi rumput. “Jasad korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya.
Disinggung mengenai pemicu aksi nekat yang dilakukan Yulianto, Kasiwon mengakui bahwa perbuatan tersebut diduga kuat dilatarbelakangi masalah utang piutang. “Informasi di lapangan seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.