Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pria bernama Agustinus Yulianto, 34, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak obat pembasmi rumput. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun usaha itu sia-sia karena nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sambirejo, Sunardi, mengatakan kasus bunuh diri yang dilakukan Yulianto diketahui keluarga saat pelaku muntah-muntah di dapur rumah pada Selasa (3/3/2020) pagi. Keluarga pun bertanya kepada pelaku terkait dengan kondisi kesehatan yang dialami. “Saat ditanya Yulianto menjawab baru saja minum obat pembasmi gulma,” kata Sunardi kepada wartawan, Selasa.
Mengetahui kondisi Yulianto semakin memburuk pihak keluarga langsung melarikan korban ke sebuah rumah sakit di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sayang, obat yang ditenggak bereaksi dengan cepat sehingga upaya medis yang dilakukan sia-sia. “Yulianto minum racun sekitar pukul 05.30 WIB dan sejam kemudian dinyatakan meninggal dunia meski sudah sempat dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kasus bunuh diri dengan cara meminum obat pembasmi rumput ini langsung dilaporkan ke Polsek Ngawen. Untuk pemicu belum diketahui secara pasti karena keluarga masih berduka. “Kalau dilihat dari kondisi, dia [Yulianto] tidak pernah mengeluh sakit karena kondisinya sehat, tapi untuk masalah lain kami tidak tahu karena belum mendapatkan keterangan dari keluarga,” katanya.
Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon, membenarkan adanya laporan kasus bunuh diri yang dilakukan salah seorang warga Desa Sambeng dengan cara menenggak obat pembasmi rumput.
Menurut dia berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan jika Yulianto meninggal dunia lantaran minum obat pembasmi rumput. “Jasad korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya.
Disinggung mengenai pemicu aksi nekat yang dilakukan Yulianto, Kasiwon mengakui bahwa perbuatan tersebut diduga kuat dilatarbelakangi masalah utang piutang. “Informasi di lapangan seperti itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.