APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Kertas pengumuman \"Maaf Stock Masker Kosong\" dipasang di pintu Apotik Hayam Wuruk, Jogja, Selasa, (3/3/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan Sleman mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan isu wabah Corona. Khususnya terkait penggunaan masker, masyarakat diharapkan lebih bijak menggunakannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Djoko Hastaryo menjelaskan, saat ini Dinas menerapkan kebijakan efisiensi penggunaan masker. Kebijakan tersebut diambil lantaran jumlah masker di pasaran saat ini terbatas. Apalagi stok masker yang dimiliki Dinas sebenarnya untuk persiapan jika erupsi Merapi terjadi.
Menurutnya, stok masker harus tersedia minimal 30% dari jumlah penduduk Sleman. Hanya saja jumlah masker saat ini terus berkurang seiring dengan sulitnya Dinas mendapatkan barang tersebut dari distributor.
"Jumlah masker yang biasa saat ini tinggal sekitar 542.000 lembar dan masker N-95 sekitar 2.420 masker. Kalau dibilang kurang ya kurang, makanya kami lakukan efesiensi agar pendistribusiannya lebih tepat," katanya, Selasa (2/3/2020).
Dijelaskan Djoko, di Puskesmas rata-rata stok masker yang disediakan 1.000 lembar per Puskesmas. Masker tersebut biasanya digratiskan bagi pengunjung yang membutuhkan. Namun saat ini, pihaknya meminta Puskesmas agar hanya memberikan masker kepada pasien yang sudah diperiksa dan sakit.
Penggunaan masker saat ini diprioritaskan bagi pasien ISPA, mengarah pneumonia, batuk pilek dan sesak napas. "Masyarakat yang sehat dan tidak sakit tidak perlu menggunakan masker. Cukup dengan menjaga kondisi tubuh agar fit," katanya.
Seiring merebaknya wabah Corona, Dinkes berharap agar masyarakat lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari virus tersebut. Selain PHBS, warga juga diminta untuk selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit, rajin berolah raga dan mengonsumsi vitamin dan jamu.
Dinas, katanya, meminta agar seluruh Puskesmas untuk tidak menyepelekan pasien dengan gejala ISPA. Penanganan pasien ini juga harus dilengkapi dengan wawancara. "Jika ada gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak nafas, apalagi ada kontak kunjungan dari luar negeri, harus dirujuk Sarjito atau panembahan Senopati," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Polri memastikan emas 74 kilogram dan uang valas sitaan dalam kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan barang bukti asli.
Pemkab Sleman merampungkan pengadaan delapan dump truck dan mulai membangun depo sampah untuk mendukung operasional PSEL Yogyakarta Raya.
DKP Bantul menyiapkan penebaran lebih dari 48.000 benih ikan nilem dan tawes di enam sungai untuk menjaga populasi ikan lokal dan kelestarian lingkungan.
Penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 101.978 unit rumah hingga 15 Juli 2026 dengan nilai pembiayaan Rp12,67 triliun bagi MBR.
Pemerintah membayar bunga utang Rp514,39 triliun sepanjang 2025 atau hampir 20 persen dari total belanja pemerintah pusat.