Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jemaah khusyuk mengikuti Pengajian Malam Jumat Legi, di selasar Masjid Gedhe Kauman, Kamis (5/3/2020) malam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Pemindahan Pengajian Akbar Harlah NU ke-49 bersama Gus Muwafiq yang semula akan digelar di Masjid Gedhe Kauman menjadi di Universitas NU, tidak meniadakan sama sekali pengajian di Masjid Gedhe kauman pada Kamis (5/3/2020) malam.
Kegiatan di Masjid Gedhe Kauman malam itu dimulai sejak ba’da magrib, dengan Tadarus Safari Akbar, yang berlokasi di serambi masjid. Memasuki isya, tadarus berhenti dan bersiap ke kegiatan berikutnya, yakni Pengajian Malam Jumat Legi yang merupakan kegiatan rutin Lapan Kawedanan Pengulon Kraton ngayogyakarta Hadiningrat.
Ratusan jemaah yang didominasi remaja dengan baju koko putih, sarung dan peci putih memadati selasar masjid. Pengajian dimulai dengan pembacaan maulid oleh Ustadz Haji Luthfi Haris Mahfudz dan tim hadroh MT Darul Hasyimi Jogja.
Setelah pembacaan maulid, pengajian dilanjutkan dengan tausiyah yang diisi oleh K. H. Ahmad Munir. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan beberapa hal, salah satunya soal fungsi masjid sebagai pengurai masalah. “Di sini diudari masalah, diberikan solusi terbaik oleh Allah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan tentang usaha kita sebagai manusia untuk menjadi makhluk terbaik. Dalam usaha itu, syarat utamanya adalah menyatukan iman dan amal soleh, melalui penggabungan zikir dan ilmu. “Kalau Allah sudah meridhai, kita akan dibuat senang melakukannya,” kata dia.
Tausiyah berlangsung sekitar 20 menit. Pada pukul 23.10 WIB pengajian berakhir. Jemaah membubarkan diri dengan tertib. Tidak terlihat ada gesekan antara jemaah atau penyelenggara pengajian dengan warga sekitar.
Melalui akun resminya di Instagram, pengurus Masjid Gedhe Kauman mengatakan terjadinya penolakan Harlah NU beberapa waktu dikarenakan tidak adanya komunikasi antara penyelenggara dengan takmir masjid, melainkan hanya pada pihak Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sementara di Masjid Gedhe Kauman hampir setiap hari selalu ada kegiatan, sehingga ketika ada kegiatan dari luar yang tiba-tiba menyebar pamphlet di media sosial tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pengurus masjid, jadwal yang sudah tersusun akan berantakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.