Penolakan Harlah NU di Kauman, Ansor Minta Banser Siaga

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Rabu (21/11/2018). - Galih Yoga Wicaksono.
04 Maret 2020 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Gerakan Pemuda Ansor menyesalkan adanya penolakan terhadap kegiatan Harlah NU ke 94 di Masjid Gedhe. GP Ansor memerintahkan seluruh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam kondisi siaga untuk melawan gerakan intoleransi dari sekelompok orang atau organisasi yang akan mengganggu kenyamanan Kota Jogja.

Ketua PW GP Ansor DIY Mochammad Syaifuddin Al Ghazalie mengatakan baik Ansor maupun Banser dalam posisi Benteng Ulama dan menjunjung tinggi kegiatan Harlah NU ke 94 oleh PCNU Kota Jogja yang digelar di Masjid Gedhe Kagungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kegiatan Harlah NU di masjid tersebut, katanya, bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah antara NU dan Muhammadiyah serta organisasi lainnya. Namun munculnya penolakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum sangat disesalkan oleh Ansor.

"Kami menyesalkan adanya aksi penolakan kegiatan Harlah NU tersebut dari sebagian warga/ormas Pemuda Muhammadiyah baik secara tersirat maupun tersurat," kata Gus Udin sapaan akrab Syaifuddin, menanggapi persoalan tersebut, Selasa (3/3/2020).

Menurut dia, penolakan tersebut telah mencederai semangat persatuan ummat, mencerminkan sikap intoleransi dan jauh dari sikap tepo seliro. Oleh karenanya, kata Gus Udin, Ansor memerintahkan kepada seluruh anggota Banser dalam kondisi siaga untuk melawan gerakan intoleransi dari sekolompok orang/ormas yang akan mengganggu kenyamanan Kota Jogja.

"Kami akan mengidentifikasi by name by address, oknum-oknum yang terlibat di dalam gerakan intoleransi ini," katanya.

Ansor juga menginstruksikan kepada seluruh anggota Banser agar mengamankan seluruh warga Nahdliyin dan aset-aset Nahdlatul Ulama serta situs ataupun simbol budaya Jawa/Kraton bersama aparat terkait dalam satu komando organisasi. "Ini merupakan pernyataan sikap kami," ujar Gus Udin. *