Profil Irjen Slamet Uliandi, Ahli Reserse dan Siber Tersangka Penyadapan Presiden
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Sejumlah warga yang melakukan perkawinan campuran mengikuti diskusi, Jumat (6/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA-- Komunitas Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) mengimbau kepada anggotanya yang beberapa di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang melakukan perkawinan campuran agar mengurus dokumen perizinan secara mandiri daripada lewat agen atau biro jasa.
Perca bersama Kanwil Kemenkumham DIY menggelar diskusi bertajuk Ketentuan Imigrasi, Kewarganegaraan, Kepemilikan Aset bagi Keluarga Perkawinan Campuran, di Kawasan Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (6/3/2020).
Juru Bicara Perca Herni Sunarti menjelaskan jumlah warga di DIY yang menikah dengan WNA diperkirakan sekitar 200 pasangan yang didominasi pasangan berasal dari Eropa. Melalui diskusi itu diharapkan anggotanya yang merupakan WNA lebih memahami hukum atau aturan yang berlaku di Indonesia terutama keimigrasian. Mereka diimbau untuk menaati aturan keimigrasian yang berlaku di Indonesia.
Ia mengatakan sudah ada contoh dari komunitasnya yang juga WNA, karena ketidaktahuan dengan aturan dan hanya percaya pada agen untuk menguruskan dokumen justru kemudian terkena deportasi.
"Tergantung individunya kalau dia tidak sempat mengurus dokumen biasanya menyerahkan kepada agen untuk meminta bantuan. Tetapi sebaiknya jangan sepenuhnya percaya, tetapi harus berupaya memahami aturan-aturan," katanya, Jumat (6/3/2020).
Herni menilai untuk mengurus berbagai dokumen seperti izin tinggal dan lainnya sebenarnya tidak susah. Saat ini pemerintah melalui Imigrasi DIY sudah banyak melakukan terobosan layanan yang cepat. Hanya saja ada beberapa tipe orang yang tidak ingin disibukkan dengan mengurus dokumen sehingga meminta biro jasa untuk menguruskannya sampai tuntas.
Tetapi sebaiknya diurus secara mandiri agar lebih memahami esensi dari aturan tersebut. Pihaknya berupaya memberikan advokasi, sosialisasi dan konsultasi bagi anggotanya dalam hal ini pihak yang melakukan perkawinan campuran.
"Dengan komunitas Perca ini kami bisa saling berkonsultasi ketika ada kendala, ketika ada yang punya masalah kemudian dishare dan bisa saling membantu. Karena sebenarnya mengurus dokumen itu tidak susah, sekarang sudah mudah," katanya.
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham DIY Hermansyah Siregar yang hadir dalam kesempatan itu mengimbau pentingnya bagi WNA dalam memenuhi berbagai persyaratan dokumen tinggal.
Sosialisasi juga terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada WNA tentang kewajiban melengkapi dokumen. Salah satu poin materi yang dijelaskannya adalah terkait asas kewarganegaraan yang perlu dipahami.
"Jadi ada ius sangunus yang merupakan kewarganegaraan berdasarkan keturunan dan ius soli berdasarkan tempat lahir, kedaerahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Instagram Edits hadir di Mac dengan fitur edit video 4K tanpa watermark. Simak fitur, syarat perangkat, dan cara mengunduhnya.
Persija vs Persebaya berlangsung Sabtu 7 November pukul 19.00 WIB. Cek jadwal, klasemen, dan siaran langsung Indosiar serta Vidio.
Prakiraan cuaca Jogja Sabtu 7 November 2026. Cek kondisi udara, suhu, kelembapan, dan potensi hujan di setiap kabupaten/kota.
Cek jadwal KSPN Malioboro-Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 7 November 2026. Tarif mulai Rp12.000.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 7 November 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.