Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi pembunuhan/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN - Polisi sudah mengantongi nama pelaku yang diduga melakukan aksi pembunuhan terhadap perempuan berprofesi pekerja seks komersial (PSK) online di sebuah hotel di wilayah Condongcatur, Sleman, Kamis (5/3/2020) lalu.
Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan jika berdasarkan pemeriksaan dari alat bukti dan beberapa petunjuk, sudah mengarah kepada satu nama. Jajarannya juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang saat ini berada di luar wilayah DIY. Pelaku diduga merupakan individu yang dekat dengan korban.
"Anak-anak masih diluar daerah [melakukan pengejaran]. Pelaku diduga kenal dengan korban, karena kalau ia bisa datang ke kamar kan berarti korban dan pelaku sudah saling kenal, atau juga kemungkinan pelaku sudah memesan, korban juga di sana [hotel] kan mencari tamu, informasi dari CCTV juga sudah didapatkan," ujar Rizki, Senin (9/3/2020).
Aksi pembunuhan, lanjut Rizki, boleh dikatakan jarang terjadi semenjak dirinya menjabat sebagai Kapolres Sleman selama kurang lebih empat tahun. "Selama saya di sini [Polres Sleman] selama empat tahun, baru dengar lagi ada itu [kasus pembunuhan]," imbuhnya
Terkait dengan korban yang diduga sebagai PSK online juga tidak mengurangi upaya polisi untuk melakukan penegakan hukum. "Walaupun mereka sebagai PSK, namun karena ada aksi pembunuhan tetap menjadi atensi dari kami," ungkapnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo mengatakan jika korban mengalami luka sayatan senjata tajam di leher, punggung kiri, dan siku kanannya. Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan darah.
"Berdasarkan hasil autopsi yang sudah dilakukan, luka terbuka akibat sayatan senjata tajam di leher sebanyak empat buah. Di punggung kiri satu buah. Di siku kanan satu buah, pelaku diduga mengincar leher korban," terangnya.
Dalam menjalankan aksinya pelaku sengaja memilih waktu saat dini hari ketika jam orang sudah terlelap dan pemeriksaan oleh pihak security juga tidak terlalu intensif dilakukan.
"Evaluasi sistem penerimaan tamu juga harus dilakukan. Usai menjalankan aksinya pelaku tidak kembali ke lobby. Pelaku juga tidak menggunakan lift. Pelaku memilih jalan keluar melalui tangga darurat," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.