Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi rumah sakit/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kementerian Kesehatan telah menunjuk empat rumah sakit di DIY sebagai rujukan pasien virus corona, salah satuya RSUD Jogja. Beberapa kelengkapan dan mekanisme penanganna pun sudah disiapkan oleh RSUD Jogja dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tri Wardoyo, menjelaskan untuk kewaspadaan corona sebenarnya tidak membutuhkan banyak biaya. Pasalnya, seluruh keperluan untuk penanganan pasien positif corona ditanggung Kementerian Kesehatan.
"Mekanisme pembiayaan sudah jelas, kalau terkait pneumoni di Puskesmas dan RS Tipe D akan dibiayai BPJS. Namun kalau sudah positif corona dibiayai Kementerian Kesehatan. Sehingga alokasi anggaran tidak terlalu banyak," ujarnya, Senin (9/3/2020).
Meski demikian ia mengungkapkan beberapa barang menjadi langka seperti masker dan alat pelindung diri (APD). Di RSUD Jogja, saat ini terdpat 10 APD. Selain diapsok dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, APD juga akan didatangkan dari Kementerian Kesehatan.
Direktur Utama RSUD Jogja, Ariyudi Yunita, menuturkan pihaknya telah meminta penambahan APD dari Kementerian Kesehatan yang akan dikirimkan pada Rabu (11/3/2020) mendatang. "Untuk kewaspadaan corona kami sudah ada persiapan khsus," ujarnya.
Ia mengungkapkan untuk penanganan corona RSUD Jogja sudah sejak Januari lalu membentuk tim khusus, yang melibatkan dokter spesialis dalam, anak, mikrobiologi, dam anestesi. Untuk ruang isolasi, pihaknya telah menyediakan dua ruang khusus untuk pasien corona. "Ruang isolasi ada 10, tapi yang khusus untuk corona dua," ungkapnya.
RSUD Jogja juga telah membuat alur untuk penanganan corona. Tidak semua pasien langsung dikirim ke RSUD Jogja, melainkan ada kriteria orang dalam pemantauan. Ia mencontohkan orang yang punya riwayat pilek, batuk, panas dan sesak nafas, serta pernah mengunjungi wilayah yang terkena infeksi akan dipantau selama 14 hari.
"Atau orang yang pernah kontak dengan pasien corona juga kami pantau. Kami tidak menjemput pasien, tapi kalau ada pasien yang datang ke sini langsung kami tangani sesuai alurnya," Kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.
Rupiah diprediksi menguat ke Rp17.480 per dolar AS hari ini. Rupiah sebelumnya ditutup naik 121 poin ke level Rp17.511.
Operasi caesar dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus bayi. Pemberian ASI menjadi salah satu cara menjaga kesehatan pencernaan anak.