Wamendagri Sebut Usulan Kewarganegaraan Ganda Masih Dikaji
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagian masyarakat Jogja dan sekitarnya, pada Senin (16/3/2020) dini hari tadi dikagetkan dengan kabar adanya meteor jatuh.
Kabar tersebut pun sempat ramai diperbincangkan di jagad media sosial, salah satunya seperti diungkapkan oleh akun Facebook, Hellena Dhpk. Akun tersebut beberapa waktu lalu sempat mengunggah status tentang adanya meteor jatuh di atas Jogja.
"Jam 01 an pagi tadi ada meteor jatuh di atas Yogyakarta? Ada yang mendengar atau yang melihat gitu? Pertengahan Magelang-Jogja," tanyanya.
Kabar tentang meteor jatuh juga sempat diunggah akun @Jogja_Uncover. Dalam kicauannya akun tersebut sempat mengabarkan bahwa beberapa orang di Jogja melaporkan adanya benda jatuh dari angkasa.
""beberapa orang di Jogja melaporkan adanya dentuman, ada juga yang melihat seperti benda jatuh dari angkasa," tulisnya.
Akun ini bahkan sempat membuat prakiraan tentang muasal bunyi dentuman yang disebut sebagai benda luar angkasa tersebut. Di mana muasalnya berada di titik sekitar Mertoyudan, Magelang, kawasan Gunung Merapi serta wilayah Yogyakarta.
"Mereka-reka lokasi jatuhnya meteor malam ini sekitar pukul 01.00. Terdengar di Magelang-Jogja dan ada sinyal usikan di Merapi," lanjutnya.
Prakiraan itupun dikuatkan sejumlah netizen lainnya.
"Kalau ngga salah jatuhnya itu di sekitar taman nasional gunung Merapi Jurang Jero," tulis @kevinfhyl_.
"Umahku Salam Magelang. "Mak Gleng" nganti aku kaget. Kaca jendela yo sampe getar. Nek aku le ngarani sumber suarane seko arah kulon omah. Tak kiro kayu mburi omah tibo [Rumahku Salam, Magelang. "Mak Gleng" sampai aku kaget. Kaca jendela sampai bergetar. Dugaanku sumber suara berasal dari Barat rumahku. Kukira kayu belakang rumah yang jatuh]," kata @nico_apri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.