WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Merespons banyaknya informasi tentang virus corona yang beredar di masyarakat khususnya informasi yang tidak valid dari oknum tidak bertanggungjawab, Komisi Informasi Daerah (KID) DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses.
Ketua KID DIY, Muhammad Hasyim, menuturkan covid-19 menyerang segala usia dan kelas masyarakat. Sementara sejauh ini informasi terkait detail penanganan, antisipasi dan deteksi awal belum banyak diketahui masyarakat. “Banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkapnya, Selasa (17/3/2020).
Ia mencontohkan kesimpangsiuran informasi terjadi pada dunia pendidikan. Kejelasan situasi dan penanganan berbeda antara satu instansi dengan instansi lainnya. Atas dasar itu pihaknya mendorong badan publik DIY memberi informasi ke masyarakat sesuai informasi yang dikelolanya.
“kami mendorong Pemda DIY segera membentuk Satgas Penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua unsur termasuk dari kelompok masyarakat untuk dapat memberikan informasi yang akurat, cepat, benar dan tidak menyesatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan informasi tentang corona berdasarkan UU KIP Pasal 10, termasuk dalam kategori informasi yang wajib disampaikan secara serta merta. Pemerintah berkewajiban menyajikaninformasi secara serta merta kepada masyarakat karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Meski demikian, identitas pasien termasuk informasi yang dikecualikan. Ia menjelaskan pengecualian ini tidak mutlak, jika ada kepentingan lebih besar, pemerintah berwenang memutuskan apakah tetap ditutup atau dibuka. “Karena menyangkut penyebaran, dalam hal ini riwayat mobilitas pasien seharusnya bisa dibuka, dia pergi kemana saja,” ujarnya.
Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi KID DIY, Surani, mengatakan pihaknya mengimbau Dinas Kesehatan DIY untuk selalu memberi informasi perkembangan covid-19 setiap hari. Informasi ini harus disampaikan kepada masyarakat dengan media yang akses untuk semua masyarakat.
“Mendorong tim penanganan virus corona atau satgas untuk menyebarluaskan inforamasi nomor kontak yang bisa dihubungi apabila ada warga yang terindikasi atau terduga terserang virus corona termasuk informasi yang memadai yang disediakan badan publik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.