Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Haarianjogja.com, JOGJA—Orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 di wilayah DIY saat ini mencapai 1.020 orang yang tersebar di hampir semua kecamatan di DIY. Bertambahnya jumlah ODP justru semakin bagus untuk penanggulangan menyebarnya Covid-19.
Angka 1.020 ODP itu didasarkan data Pemda DIY pada Rabu (25/3/2020) pukul 19.00 WIB. Jumlah temuan ODP ini meningkat tajam dalam delapan hari terakhir. Pada Rabu (18/3/2020), ODP tercatat masih di angka 63.
ODP tercatat ada di hampir semua kecamatan di DIY. Hanya Sedayu di Bantul, dan Purwosari di Gunungkidul yang belum mencatat adanya ODP.
ODP 1.020 orang itu tersebar di Gunungkidul 293 orang, Sleman (303 orang), Kota Jogja (195 orang), Bantul (157 orang) dan Kulonprogo (72 orang) dan luar DIY 17 orang.
Pakar mikrobiologi dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Abu Tholib Aman mengatakan banyaknya temuan ODP justru menunjukkan hasil yang bagus dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19.
"Sebenarnya [semakin banyak ODP yang ditemukan] semakin baik, tapi kalau penularannya juga masih berlangsung dengan cepat kayak begini, saya khawatir nanti penderitanya semakin banyak, karena penularan masih berlangsung terus," katanya, Selasa (24/3/2020).
Menurut Abu Tholib, kebijakan screening ODP dengan rapid test, bisa meningkatkan kewaspadaan. Namun ia berharap pemerintah juga bisa tegas membuat kebijakan pencegahan penyebaran virus supaya tidak makin meluas.
Ia berharap masyarakat bisa mematuhi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik satu sama lain, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, ia juga berharap pemerintah bisa lebih tegas menerapkan penegakan hukum supaya masyarakat bisa lebih taat.
Sebab, meskipun fasilitas kesehatan yang disediakan sudah mumpuni, namun masyarakatnya tidak taat, maka tetap akan terjadi lonjakan penderita Covid-19.
Menyikapi peningkatan jumlah temuan ODP dalam kasus Covid-19 ini, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, meminta masyarakat tidak panik. Warga tetap diminta waspada dan terus mematuhi segala imbauan yang diterbitkan Gubernur DIY.
"Iya [tidak usah panik meskipun ODP naik] kami mohon semua pihak ikut membantu melakukan sosialisasi imbauan Gubernur DIY," katanya Selasa (24/3/2020).
Ia menambahkan melalui data tersebut, warga diharapkan mendapatkan informasi yang utuh sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan.
Saat ini untuk wilayah DIY tidak menunjukkan adanya zona merah. "Data tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk menjadikan kewaspadaan bersama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.
Daftar makanan penyeimbang hormon wanita seperti sayuran hijau, yoghurt, dan flaxseed. Bantu atasi stres, jerawat, hingga gangguan menstruasi.