Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Hari Ini, Murah & Bebas Macet
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi./Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja belum mengubah status Gunung Merapi yang kini Waspada, meski dalam dua hari terakhir terjadi erupsi.
BPPTKG menilai erupsi yang terjadi disebabkan pergerakan magma yang semakin naik ke permukaan. Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida mengatakan Merapi akan terus erupsi sebagai indikasi adanya suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Erupsi yang terjadi dalam waktu dekat sejak Jumat (27/3/2020) siang hingga Sabtu (28/3/2020) itu sebagai indikasi semakin dekatnya suplai magma menuju ke permukaan. Terakhir Merapi dilaporkan erupsi pada Sabtu, pukul 19.25 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik. Tinggi kolom erupsi 3.000 meter.
Masyarakat, kata dia, diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik. Tingkat aktivitas Waspada (level II), jarak bahaya dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Ada intrusi perjalanan magma ke atas. Tetapi kami belum mengetahui secara pasti posisi magma di mana. Kami masih olah datanya," katanya, Sabtu.
Dikatakannya pula deformasi Merapi sampai saat ini belum berubah signifikan. Hanik tetap mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi untuk terhindar dari luncuran material.
"Letusan, baik yang terjadi sejak kemarin [Jumat, 27/3/2020] sampai pagi tadi [Sabtu, 28/3/2020], didominasi gas vulkanis dan kami tidak melihat adanya awan panas," kata dia.
Hanik mengatakan erupsi terjadi juga karena adanya fluida yang bergerak ke permukaan. Hanya saja tekanan fluida tidak cukup kuat dikarenakan material letusan yang terjadi didominasi oleh gas vulkanis. Oleh karenanya, kata Hanik, potensi erupsi besar sebagai akibat intrusi magma ke permukaan belum terlihat.
"Kalau magma ke permukaan nanti ada indikasinya lagi. Ada indikasi deformasi, kubah lava, sejauh mana kecepatan kubah lava itu yang harus diketahui. Tapi indikasi deformasi saat ini belum berubah siginifikan," katanya.
Merapi berkali-kali erupsi dalam dua hari terakhir. Erupsi pertama Jumat (27/3/2020) pagi pukul 10.46 WIB, kemudian malam 21.46 WIB, lalu Sabtu (28/3/2020) pukul 05.21 WIB dan malam harinya pukul 19.25 WIB. Masing-masing letusan menghasilkan tinggi kolom 5.000 meter, 1.000 meter, 2.000 meter dan 3.000 meter. Perbedaan tinggi kolom tersebut, kata Hanik, tergantung dari suplai magma. "Jadi masih fluktuatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.