Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi./Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja belum mengubah status Gunung Merapi yang kini Waspada, meski dalam dua hari terakhir terjadi erupsi.
BPPTKG menilai erupsi yang terjadi disebabkan pergerakan magma yang semakin naik ke permukaan. Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida mengatakan Merapi akan terus erupsi sebagai indikasi adanya suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Erupsi yang terjadi dalam waktu dekat sejak Jumat (27/3/2020) siang hingga Sabtu (28/3/2020) itu sebagai indikasi semakin dekatnya suplai magma menuju ke permukaan. Terakhir Merapi dilaporkan erupsi pada Sabtu, pukul 19.25 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik. Tinggi kolom erupsi 3.000 meter.
Masyarakat, kata dia, diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik. Tingkat aktivitas Waspada (level II), jarak bahaya dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
"Ada intrusi perjalanan magma ke atas. Tetapi kami belum mengetahui secara pasti posisi magma di mana. Kami masih olah datanya," katanya, Sabtu.
Dikatakannya pula deformasi Merapi sampai saat ini belum berubah signifikan. Hanik tetap mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi untuk terhindar dari luncuran material.
"Letusan, baik yang terjadi sejak kemarin [Jumat, 27/3/2020] sampai pagi tadi [Sabtu, 28/3/2020], didominasi gas vulkanis dan kami tidak melihat adanya awan panas," kata dia.
Hanik mengatakan erupsi terjadi juga karena adanya fluida yang bergerak ke permukaan. Hanya saja tekanan fluida tidak cukup kuat dikarenakan material letusan yang terjadi didominasi oleh gas vulkanis. Oleh karenanya, kata Hanik, potensi erupsi besar sebagai akibat intrusi magma ke permukaan belum terlihat.
"Kalau magma ke permukaan nanti ada indikasinya lagi. Ada indikasi deformasi, kubah lava, sejauh mana kecepatan kubah lava itu yang harus diketahui. Tapi indikasi deformasi saat ini belum berubah siginifikan," katanya.
Merapi berkali-kali erupsi dalam dua hari terakhir. Erupsi pertama Jumat (27/3/2020) pagi pukul 10.46 WIB, kemudian malam 21.46 WIB, lalu Sabtu (28/3/2020) pukul 05.21 WIB dan malam harinya pukul 19.25 WIB. Masing-masing letusan menghasilkan tinggi kolom 5.000 meter, 1.000 meter, 2.000 meter dan 3.000 meter. Perbedaan tinggi kolom tersebut, kata Hanik, tergantung dari suplai magma. "Jadi masih fluktuatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.