Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona./Reuters- Dado Ruvic
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, tidak hanya menyediakan rumah karantina bagi pendatang dan pemudik dari luar daerah, tetapi juga mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
Kepala Desa Sumbermulyo Ani Widayani mengatakan kebutuhan makanan tiga kali dalam sehari selalu diantar ke rumah karantina oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat dusun tempat karantina itu berada. “Minuman selain air mineral, kami juga sediakan gula dan teh, sabun mandi dan sabun cuci, masker, dan obat-obatan,” kata Ani, Minggu (5/4).
Saat ini yang menempati rumah karantina di gedung putih atau Gedung Saemaul di Dusun Kaligondang tersebut bertambah dari lima orang menjadi tujuh orang. Lima orang tersebut sebelumnya adalah warga yang mengontrak di salah satu dusun, tetapi mereka tidak diterima setelah melakukan perjalanan ke Bandung, Jawa Barat.
Sementara dua orang lainnya merupakan warga Bantul yang tinggal di salah satu dusun di Sumbermulyo, tetapi tidak diperkenankan langsung pulang ke rumah karena baru saja datang dari Jakarta yang merupakan daerah dengan paparan Covid-19 tinggi. “Yang dua orang ini usianya sekitar 20-an tahun dari satu pedukuhan. Mereka pulang karena di-PHK [putus hubungan kerja] di Jakarta,” kata Ani.
Kepala Dusun Kaligondang sekaligus Ketua Satgas Covid Pedukuhan Supriyanto mengatakan warga sekitar rumah karantina secara bergantian megawasi rumah karantina. Selain itu petugas medis dari Puskesmas Bambanglipuro juga selalu memantau karena kebetulan berdampingan dengan rumah karantina.
Satgas juga kerap menanyakan soal kebutuhan yang diperlukan oleh penghuni rumah karantina. Sejauh ini tidak ada keluhan dari penghuni rumah karantina. “Saya juga tiap memantau selalu menanyakan apa yang dibutuhkan,” kata Supriyanto.
Selain menyediakan rumah karantina, Desa Sumbermulyo juga menyediakan 850 paket sembako untuk warga miskin yang terdampak langsung pembatasan aktivitas selama andemi Corona. Sembako tersebut diambil dari anggaran tidak terduga. Pemerintah desa setempat juga membuka donasi bagi pihak mana pun yang ingin mendonasikan berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan medis melalui Satgas Covid Desa Sumbermulyo maupun Satgas Tingkat Pedukuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.
Justin Hubner memilih bertahan di Eropa setelah Fortuna Sittard menolak tawaran Persija Jakarta yang disebut bernilai jutaan.
Kunjungan wisatawan ke Sleman naik 14% menjadi 4,56 juta pada Semester I 2026. Wisatawan nusantara mendominasi hingga 98,2%.
Nauru resmi berganti nama menjadi Republik Naoero sebagai bagian dari dekolonisasi dan penguatan identitas budaya masyarakat asli.
Pemenang lotere National Lottery Inggris membentuk grup WhatsApp khusus untuk berbagi pengalaman, dukungan, dan kegiatan amal.