Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Alat pelindung diri (APD). /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Puskesmas yang sempat khawatir karena tidak mendapat jatah alat pelindung diri (APD) beberapa waktu lalu, kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya Pemerintah Kota (Poemkot) Jogja telah membagikan APD ke seluruh puskesmas se-Jogja sejak awal bulan ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Tri Mardoyo, menjelaskan saat ini tenaga medis di semua puskesmas di Kota Jogja telah dilengkapi dengan APD. "Setiap puskesmas mendapat 10 APD coverall," ujarnya, Senin (6/4/2020).
Dalam rangka menindaklanjuti imbauan Pusat untuk mewajibkan semua masyarakat memakai masker saat keluar rumah, pihaknya juga telah mengampanyekan penggunaan masker. Sebanyak 20 mobil dikerahkan untuk berkeliling di setiap wilayah menginstrusksikan masyarakat agar memakai masker.
Bagi masyarakat yang tidak sakit, kata dia, wajib menggunakan masker kain. Sementara masker medis hanya digunakan oleh mereka yang sakit dan tenaga medis. "Akan tetapi sebaiknya tetap di rumah kalau bisa, kecuali ada keperluan mendesak," ujarnya.
Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono, membenarkan saat ini pihakya telah mendapat APD dari Dinkes Jogja. APD diprioritaskan pada bagian pemeriksaan. "Sudah lengkap, cuma pasiennya jadi takut," ucapnya.
Semua pasien yang datang diwajibkan mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh. Mulai Senin, semua pasien wajib mengenakan masker dri rumah. Untuk pasien flu dan batuk, puskesmas memberi satu masker medis.
Dia mengungkapkan stok masker Puskesmas gedongtengen saat ini masih sangat mencukupi, yakni 4.000 masker yang didapat baik dari Pemkot maupun pihak lain yang membantu. Sementara pasien yang datang ke Puskesmas, rata-rata sekitar 40-70 pasien per hari.
Dia menuturkan untuk masker kain bagi masyarakat yang sehat, kadang terjadi salah persepsi dalam memahami tiga lapis. "Yang dimaksud tiga lapis itu tiga lipatan, bukan tiga lapis kain. Kalau tiga lapis kain tidak bisa nafas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.