Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah pasien Covid-19 di Sleman setiap hari terus bertambah. Dalam dua hari terkahir, jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah menjadi delapan orang.
Pada Minggu (12/4/2020) sebanyak empat orang dinyatakan positif Covid-19 dan Senin (13/4/2020) empat orang juga dikonfirmasi positif. Total jumlah pasien Covid-19 di Sleman hingga kini tercatat sebanyak 29 kasus Covid-19.
Tingginya jumlah kasus Covid-19 di Sleman senyampang dengan terus bertambahnya jumlah ODP dan PDP di Sleman. Satgas Covid-19 Sleman mencatat, jumlah ODP pada Minggu (12/4/2020) naik menjadi 1.036 kasus dari sebelumnya 1.010 kasus.
Adapun kasus PDP pada hari yang sama juga meningkat dari sebelumnya 151 kasus menjadi 156 kasus. Dari data ini, perbanyak 3 kasus meninggal, 42 kasus negatif, 111 kasus masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Sleman, diakui juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo. Bahkan pada Sabtu (11/4/2020) terjadi penambahan jumlah PDP sebanyak 13 kasus. Sehari setelahnya terdapat penambahan ODP 26 kasus dan PDP 2 kasus.
Untuk penambahan jumlah 13 kasus PDP pada Sabtu lalu tanpa ada kenaikan jumlah ODP. Artinya, kata Joko penambahan 11 kasus PDP saat itu bukan termasuk bagian dari ODP. "Yang statusnya meningkatkan dari ODP ke PDP hanya dua kasus. 11 kasus lainnya langsung PDP," katanya.
Disinggung apakah hal itu seiring dengan bertambahnya jumlah pemudik yang kembali ke Sleman? Joko tidak bisa memastikan. Sekadar diketahui, jumlah pemudik yang kembali ke Sleman hingga Senin (13/4/2020) tercatat sebanyak 5.729 orang. Tidak terdata denhan jelas berapa jumlah ODP/PDP dari seluruh pemudik yang datang.
Hanya saja, Joko menegaskan jika hasil tracking seluruh pasien positif Covid-19 disebabkan karena mereka ada yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit atau kontak erat dengan penderita konfirm. "Kalau yang PDP bervariasi (penyebabnya) dan tidak spesifik (karena) pemudik," kata Joko.
Mengkhawatirkan
Tingginya kasus Covid-19 di Sleman juga tidak luput dari semakin banyaknya warga yang tak lagi pedulu terhadap imbauan pemerintah: diam di rumah, pakai masker dan jaga jarak.
Berdasarkan pengamatan Harianjogja.com, mobilitas warga di ruas-ruas jalanan kembali ramai dalam dua pekan terakhir. Mereka berselancar seperti tak menghiraukan bahaya persebaran virus Covid-19. Tidak sedikit warga yang tidak menggunakan masker bahkan tidak menjaga jarak (physical distancing) yang dianjurkan pemerintah.
Terkait hal itu, Bupati Sleman Sri Purnomo akan kembali mengingatkan warganya untuk bisa mematuhi anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. "Nanti akan kami ingatkan lagi. Akan kami pasang spanduk-spanduk peringatan agar masyarakat tetap mewaspadai Covid-19. Kami akan sampaikan ke Satgas-satgas Covid di Desa," katanya.
Sri juga mengkritisi masih banyaknya warga yang berkerumun dengan alasan menjaga pintu masuk ke kawasan permukiman. "Nanti akan kami beri arahan agar tidak berkerumun. Mereka yang berkerumun justru bisa berpotensi menyebarkan virus. Sebab yang mereka hadapi sesuatu yang tidak kelihatan," kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar